Ketua Komisi A DPRD Sintang, Apresiasi Dan Aplaus Terhadap Kinerja Polres Sintang

Tribratanewspolri.go.id – Polda Kalbar – Polres Sintang – Menyikap penangkapan dan penanganan kepemilikan barang bekas asal Malaysia “lelong”, pada Kamis (21/12) , Ketua Komisi A Syahroni memberikan apresiasi dan aplaus terhadap kinerja yang dilaksanakan Polres Sintang.

“Kite tentunye memberikan apresiasi dan aplaus untuk jajaran Polres Sintang yang telah memberikan bukti menindaklanjuti dari komitmen Kapolda Kalbar yang di sampaikan beberapa waktu yang lalu terkait dengan tindakan illegal yang ada di wilayah hukum kalbar,” ucap Syahroni.

Apresiasi yang diberikan oleh Ketua Komisi A tersebut bukan berlebihan karena kasus kepemilikan barang bekas asal Malaysia yang diselundupkan melalui Kecamatan Badau Kapuas Hulu tersebut terbilang cukup besar setidaknya ada 200 ball yang diamankan pihak Polres Sintang dari SA (40 th) selaku pemilik barang.

Dan barang bekas alias Lelong tersebut digudangkan oleh SA (40 th) disebuah rumah yang berada di perumahan BTN Cipta Mandiri II Kelurahan Sengkuang Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang.

Menurut Kapolres Sintang Akbp Sudarmin,SIK,MH dalam kasus ini pihaknya telah mengamankan seorang tersangka pemilik barang berinisial SA (40) dan juga mengamankan barang bukti  1 unit truck KB 9467 E dengan muatan 34 ball berisi pakaian bekas,  1 unit truck KB 8260 AT dengan muatan 27 ball berisi pakaian bekas dan tidak kurang 200 ball  berisi pakaian bekas yang didapati digudang rumah tersebut.

Masih menurut AKBP Sudarmin SIK, MH, apa yang telah dilakukan oleh SA (40 th) selaku distributor barang bekas asal Malaysia dibeberapa tempat selain di Sintang, juga dikirim ke kec. Tepuai serta Kabupaten Melawi dan hal ini tentunya sangat merugikan negara karena mengimpor secara illeggal dan sangat membahayakan masyarakat dari sisi kesehatan.

“Barang bekas tersebut masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan kesehatan dari instansi terkait dan berpotensi menimbulkan penyakit dari kuman dan bakteri yang terdapat pada pakaian bekas tersebut” ujarnya

Hal senada juga disampaikan Syahroni, untuk masyarakat juga perlu adanya kesadaran hukum sendiri terkait dengan kegiatan ilegal tersebut salah satunya pakaian bekas/lelong.

“Saya rasa masyarakat atau konsumen selama ini tidak semuanya memahami bahwa pakaian bekas/lelong berasal dari kegiatan illegal sehingga dampak negatif nya seperti terabaikan dan menjadi suatu kebiasaan yang di anggap lazim dan lumrah oleh masyarakat/konsumen,”ucap Ketua Komisi A ini.

Dirinya juga berharap agar pihak Polres Sintang dapat berkoordinasi dengan Pemkab baik itu dinas perdagangan, dinas kesehatan dalam memberikan pemahaman dan kesadaran terkait dampak-dampak negatif dari kegiatan penyeludupan/penjualan pakaian bekas (lelong).

Penulis : Hariyanto
Editor : Alfian N / Nanang P
Publish : Ilmy PNC

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password