Resmob Polda Sulsel Amankan Jutaan Pil PCC Siap Edar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan jutaan narkoba jenis Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol (PCC), di Lembang Bata, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Gowa, Sabtu (23/12/17).

Terungkapnya peredaran narkoba jenis PCC ini, saat petugas menerima informasi dari salah seorang warga tentang adanya aktivitas yang mencurigakan disebuah gudang didaerah terpencil di Lembang Bata.

Dari info tersebut sekira pukul 05.00 Wita petugas kemudian menuju lokasi dimaksud yang diduga sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut.

Perjalanan menuju lokasi tersebut terbilang cukup sulit, pasalnya lokasi itu memasuki daerah kawasan hutan pedalaman.

Saat dilokasi, petugas pun langsung memasuki gudang tersebut. Dan menemukan jutaaan pil PCC siap edar di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, ditemukan ribuan tramadol yang terbungkus rapi di dalam sebuah karton. Sementara, diamankan 5 remaja warga Lembang Bata yang sedang berjaga di gudang.

Kelima remaja tersebut diamankan bersama baranga bukti jutaan pil PCC dan Tramadol. Dsaimping itu, mesin press, gunting, karet dan plastik.

Kendati demikian, barang haram tersebut digelandang ke Posko Resmob Polda Sulsel.

PCC adalah campuran obat yang terdiri atas paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. PCC bekerja menghambat sinyal nyeri dari tulang belakang dan otak.

Campuran paracetamol dan caffeine telah banyak diketahui dan diperjualbelikan secara bebas untuk meredakan nyeri. Keduanya tidak berpotensi menimbulkan bahaya yang serius, atau tidak termasuk dalam kategori obat keras.

Sedangkan carisoprodol merupakan muscle relaxant yang digunakan untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat nyeri akut muskuloskeletal pada orang dewasa. Obat ini tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama. Biasanya dokter hanya menyarankan dua hingga tiga minggu pemakaian.

Pil PCC termasuk obat keras yang tidak diperjualbelikan secara bebas. Artinya, Anda memerlukan izin serta resep dokter. Lantas, apa bahayanya bila pil PCC digunakan secara tidak tepat?

1.Efek sedatif

Obat ini memiliki efek sedatif atau menenangkan yang cukup kuat, sehingga dapat membahayakan aktivitas –misalnya saat mengemudikan kendaraan.

Efek sedatif pada carisoprodol yang terdapat pada pil PCC ini bisa membuat Anda ketagihan. Itulah sebabnya mengapa penggunaan obat ini membutuhkan pengawasan ketat oleh dokter.

2.Overdosis

Carisoprodol banyak disalahgunakan untuk drug abuse, kejahatan, dan hal lainnya. Penyalahgunaan carisoprodol menimbulkan risiko overdosis yang dapat menyebabkan hipotensi, kejang, halusinasi, gangguan kesadaran atau koma, depresi nafas dan sistem saraf pusat, serta kematian.

Terkait kasus yang kini tengah ramai dibicarakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa rata-rata korban mengonsumsi pil PCC yang dicampur dengan minuman keras oplosan.

Padahal, mereka yang mengonsumsi pil PCC dilarang keras untuk minum minuman beralkohol atau konsumsi obat penekan sistem saraf pusat lainnya. Sebab hal tersebut dapat meningkatkan efek samping dari pil PCC hingga menyebabkan kematian.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password