Kelurahan Tamalanrea Jaya Terkepung Banjir, Polisi Siapkan Perahu Kano untuk Evakuasi Warga

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personil Polsek Tamalanrea bersama anggota SAR Brimob dipimpin kapolsek kompol H. Syamsul Bakhtiar mengevakuasi warga yang terjebak air pasang di kelurahan Tamalanrea Jaya, Jumat (22/12/17).

Dengan menggunakan perahu kano para korban yang terjebak dirumahnya dievakuasi ketempat yang lebih aman.

“Syukur Alhamdulillah dengan memberikan pemahaman dan pengertian terhadap warga yang tetap bertahan dirumahnya hingga akhirnya mau dievakuasi”, ucap Syamsul Bahtiar.

Kapolsek menambahkan bahwa kegiatan pemantauan, pengawasan, dan penanggulangan korban banjir tetap kita lakukan sampai situasi kembali normal.

Evakuasi yang dilakukan Polsek Tamalanrea dan SAR Brimob memberikan dampak positif terhadap institusi Polri, juga makin memperkokoh keberadaan Polri sebagai bagian dari masyarakat.

Untuk membangun dampak positif pada tubuh Polri dibutuhkan kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dikehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password