Kapolda Papua Berikan Penghargaan Kepada 7 Orang Masyarakat Kampung Kimbel,  Utikini Dan Banti, Distrik Tembagapura.

 

Tribratanews.papua go id. Polres Mimika – Bertempat di Gedung Serba Guna Babusalam Jalan Kihajar Dewantara Timika telah berlangsung kegiatan pemberian penghargaan dari Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H. Jumat,  22 / 12 / 2017 / Sore.

Ketujuh tokoh masyarakat di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika mendapat piagam penghargaan atas jasanya membantu tugas-tugas kepolisian saat konflik kemanusiaan di wilayah itu beberapa waktu lalu.

Penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Kapolda Papua Nomor 516 XII tahun 2017 tentang Pemberian Penghargaan kepada Warga Negara Indonesia.

Diserahkan langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar di Timika. Ketujuh tokoh masyarakat itu adalah Kamaniel Waker (Kepala Suku Kampug Kimbeli), Yulianus Magai (Kepala Suku Kampung Longsoran), Paulus Kibak (Kepala Suku Kampung Batu Besar), Enis Senawatme (Tokoh Pemuda Kampung Kimbeli). Selanjutnnya, Otneal Magai (Tokoh Agama/Pendeta di Kampung Kimbeli), Obaja Jawame (Tokoh Masyarakat Banti – Kimbeli), dan Medinus Magai (Tokoh Pemerhati Kemanusiaan Terhadap Pengungsi Lokal dari Tembagapura).

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, ketujuh tokoh tersebut mempunyai peran sangat besar dalam proses evakuasi ribuan warga dari perkampungan Tembagapura setelah sempat diisolasi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) selama satu bulan.

“Mereka memberikan perlindungan dan bisa dikatakan mereka pasang badan bagi ribuan warga sipil saat terjadi penyanderaan di sana. Jauh-jauh hari kami memang sudah memikirkan untuk memberikan sebuah apresiasi kepada mereka,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, parah tokoh tersebut berperan aktif dalam berkomunikasi dan bernegosiasi dengan KKB, sehingga akhirnya evakuasi warga sipil berhasil dilakukan pada tanggal 17 November lalu. Selain itu, para tokoh ini juga berperan dalam negosiasi sehingga warga sipil yang dalam keadaan sakit atau hendak melahirkan bisa diijinkan oleh KKB dievakuasi ke rumah sakit. Mereka juga aktif memberikan informasi terkait situasi di lokasi penyanderaan.

Kalau tidak ada bapak-bapak ini, bisa jadi timbul kekalutan dan juga intimidasi berlanjut, atau menimbulkan sebuah tindakan yang tidak terkendali terhadap warga sipil oleh kelompok bersenjata,” ujarnya. Ia mengatakan, evakuasi ribuan warga sipil dari Tembagapura ke Kota Timika bukan merupakan suatu proses yang mudah. Namun atas kerjasama semua pihak TNI dan Polri serta seluruh unsur masyarakat, evakuasi berhasil dilakukan tanpa ada warga yang terluka. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sekarang mari kita lihat kondisi masyarakat pasca evakuasi. Terutama Pemkab Mimika, karena ini adalah masyarakatnya,” pungkas Kapolda.

Kepala Suku Kampug Kimbeli, Kamaniel Waker mengaku terharu atas piagam penghargaan yang diberikan tanpa disangka-sangka. Namun menurutnya, yang terpenting ketika seluruh warganya bisa diselamatkan. “Saya tidak minta apa-apa. Saya hanya minta pembangunan, masyarakat Papua atau non Papua yag dibawa dari Distrik Tembagapura tolong perhatikan mereka. Karena saat ini mereka masih kesulitan,” tuturnya.

Penulis : Hempi

Editor    : Sosra Papua

Publish : Bunaya

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password