Ini Usaha Polres Gowa Sulsel, Ungkap Kasus Pembunuhan Rafika

Tribratanews.polri.go.id, Makassar – Berbicara mengenai pembunuhan, akhir-akhir ini marak sekali. Bahkan tidak jarang peristiwa pembunuhan terjadi karena hal sepele. Terakhir, Rafika Hasanuddin, alumni Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur (UIT). Dia ditemukan tidak bernyawa dengan leher tergorok, di rumahnya di Perumahan Yusuf Bauty Garden, Blok A Nomor 5, Jalan Manggarupi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Senin (16/1/17).

Hingga kini kematian korban masih menjadi misteri. Pasalnya, pelaku dan motif pembunuhan tersebut belum diketahui. Meski begitu, aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus ini. Alhasil, kasus pembunuhan ini mulai terkuak.

Aparat kepolisian dari Polres Gowa dan Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel berhasil menemukan ponsel milik korban, Selasa (17/1/2017). Ponsel ini ditemukan di selokan depan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ponsel jenis Himox warna putih tersebut ditemukan terbungkus kantong plastik berwarna putih. Setelah diteliti, empat nomor seri belakang kartu cocok dengan nomor handphone Rafika cocok.

“Kami menduga ini ponsel korban. Karena nomornya sama,” ujar AKP Darwis Akib.

Darwis mengatakan, penemuan ponsel tersebut bisa menguak misteri pelaku pembunuhan Ika. Hal ini, kata dia, untuk sementara polisi menduga pelaku adalah orang yang sering berkomunikasi dengan korban.

“Kami berharap ini menjadi jalan masuk untuk mengetahui pelaku pembunuhan ini,” tandasnya.

Selain itu, polisi juga menyita sebilah parang milik Saleh (38), sekuriti yang pertama menemukan jenazah korban. Ini lantaran saat dibuka, ada bekas darah mengering dan mulai berkarat.

“Sementara kita mintai keterangan di Polres Gowa,” jelas Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib sesaat lalu.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondany melalui siaran persnya mengultimatum pelaku untuk segera menyerahkan diri.

“Saya Ultimatum kepada pelaku pembunuhan terhadap Rafika untuk segera menyerahkan diri ke kepolisian,” ucap Dicky, Selasa (17/1/17).

Ditekankan, kemanapun tersangka lari, pihak kepolisian akan melkukan pengejaran dan akan menagkap hidup atau mati.

“Kami pun meminta kepada semua pihak untuk tidak mencoba menyembunyikan pelaku karena akan ada sangksi pidana,” pungkas perwira polisi berpangkat tiga bunga ini.

Menurut teori Merton, munculnya tindakan menyimpang yang dilakukan oleh individu akibat dari ketidakmampuan individu tersebut untuk bertindak sesuai dengan nilai normatif yang ada di masyarakat. Secara umum dapat dikatakan bahwa perilaku menyimpang adalah bentuk anomie dalam masyarakat.

Dalam bukunya (Maliki 2003), Marton menjelaskan bahwa tidak ada masyarakat yang terintegrasi secara penuh. Di mana Hal ini Merton melihat bahwa integrasi yang terjadi di masyarakat tidak lah sama baik secara kualitas maupun kuantitas.

Dalam analisa fungsionalnya, Merton melihat bahwa motif-motif dalam integrasi tidak selalu membawa motif yang diinginkan (intended motif), namun juga motif-motif yang tidak diinginkan (unintended motif).

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password