Polairud Polda Sumsel Gagalkan Penyelundupan 59 Ekor dan 115,5 kg Telur Blangkas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sumsel, Polisi perairan dan udara (Polairud) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengamankan ratusan kilogram telur hewan dilindungi yakni Blangkas atau ketam jenis tapak kuda dari tangan nelayan yang diperjual-belikan kepada pengepul.

Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (13/12/2017) lalu sekitar pukul 20.30 WIB di Perairan Sungai Sembilang, Desa Sungsang IV Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin oleh kapal Sei Rambang V-3004 dan pangkalan Sandar Sei Sembilang.

Awalnya, Kapal Sei Rambang V-3004 beserta personil dari  pangkalan Sandar Sei Sembilang melakukan patroli rutin diperairan sekitar. Namun saat patroli, anggota melihat aktifitas yang mencurigakan disalah satu gudang pinggir sungai. Setelah diselidiki ternyata gudang tersebut digunakan untuk menyimpan Satwa dilindungi jenis Ketam Tapak Kuda dan telur Ketam Tapak Kuda.

Dua orang diamankan yakni AD dan SR beserta barang bukti berupa  59 ekor Blangkas  dan telur Ketam Tapak Kuda sebanyak 15,5 kg telur Blangkas. Dari hasil pengembangan terhadap dua pelaku  tersebut, Polisi kemudian menangkap MA warga  Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin dengan barang bukti 100 kg telur Blangkas.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di dampingi Direktur Polisi Perairan Kombes Robinson DP Siregar S.Ik SH menjelaskan, hewan ketam tapak kuda dan telurnya merupakan hewan yang dilindungi sebagaimana tertera dalam putusan Menteri lingkungan dan hutan. Jadi hal yang dilakukan oleh Nelayan dan pengepul ketam tapak kuda tersebut melanggar Undang-undang.

“Dit Polairud Polda Sumsel seminggu yang lalu berhasil menangkap ketam tapak kuda yang memang berdasarkan pemutusan menteri lingkungan dan hutan itu sudah termasuk hewan yang dilindungi, jadi jelas melanggar undang-undang konservasi sumber daya alam dan ekosistem,” jelas Kapolda Sumsel, Rabu (20/12/2017).

Zulkarnain mengungkapkan tidak menutup kemungkinan hewan dilindungi tersebut dijual oleh pengepul ke Luar Negeri.

“Pertama ditangkap dua orang inisial Kemudian disita 59 ketam tapak kuda 55 masih hidup dan sudah dilepaskan dan 4 mati telur yang disita 100 Kg lebih. Dari hasil penyelidikan ini akan dijual ke Medan. Ketam jenis ini sudah langkah mari kita jaga bersama kelestariannya jangan diperjual-belikan atau diperdagangkan tidak menutup kemungkinan dari mereka diluar ke luar negeri,” ujar Zulkarnain Adinegara.

Penulis : Mardiansyah / Polairud Polda Sumsel

Editor   : Alfian

Publish : Yulius / Polda Sumsel

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password