Situasi Kamtibmas di Tumpangpitu Aman, Kondusif Berkat Sikap Humanis dan Komunikasi Polisi Masyarakat Terjalin Harmonis

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jatim – Polres Banyuwangi – Tambang emas Gunung Tumpangpitu, Pesanggaran, Banyuwangi, yang dikelola oleh PT Bumi Suksesindo, (BSI) statusnya ditetapkan menjadi kawasan obyek vital (obvit) nasional. Terkait hal tersebut Direktur PT. BSI Arif Firman dan timnya berkunjung ke Polres Banyuwangi dalam rangka memperkenalkan diri dengan Kapolres Banyuwangi yang baru sekaligus menjalin kerjasama terkait pengamanan obyek vital, selasa (19/12).

Pengetatan pengamanan akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Penetapan obvit tambang Tumpangpitu masuk dalam urutan ke 331 yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM RI. Luas lahan yang masuk kawasan obvit ini sekitar 5.000 hektar. Dampaknya, warga di sekitar tambang tak bisa bebas melakukan aktivitas di sekitar lokasi. Pengamanan juga makin diperketat.

“Pihak tambang mempunyai kewajiban mengikuti aturan terkait manajemen obvit. Salah satunya, harus memprioritaskan tenaga kerja lokal hingga 80 persen, melaksanakan program CSR yang dirasakan warga dan kajian Amdal yang ketat, “  terang Zaenal Arifin.

Penetapan kawasan obyek vital (Obvit) ini dikeluarkan oleh Kementerian Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) RI No. 651 K/30/MEM/2016. Salah satu alasannya, tambang emas Tumpangpitu masuk dalam kategori berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, bukan semata-mata karena pernah terjadi kerusuhan massal. Turunnya sertifikasi obvit ini setelah melalui kajian panjang, melibatkan berbagai komponen, mulai Badan Intelijen Negara (BIN), Polhukam, Pam Obvit Polri dan lembaga terkait lainnya.

Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian ESDM RI di Banyuwangi, Zaenal Arifin, memberikan rekomendasi bahwa kawasan tambang emas menjadi bagian hajat hidup negara. Sebab, tambang ini ikut berkontribusi besar terhadap negara, melalui iuran pendapatan nasional bukan pajak (PNBP), royalti dan bisa mempekerjakan banyak orang.

001. bsi.1

“Meski sudah menyandang status Obvit, warga masyarakat yang berada disekitar lokasi tambang masih bisa melakukan aktivitas di sekitar tambang seperti biasa. Hanya saja, ada prosedur khusus yang harus dilewati ketika akan masuk kawasan tambang. Karena sudah berstatus Obvit, maka standar pengamanannya akan berbeda, “ tutur Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman., S.I.K., M.Si

Untuk pengamanan sehari-hari, kata AKBP Donny tetap dibawah kendali Polres, namun tetap koordinasi dengan jajaran TNI. Meski masuk kawasan Obvit, petugas keamanan tetap diminta untuk bersikap humanis dan menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar lokasi tambang karena hal tersebut merupakan kunci menciptakan stabilitas Kamtibmas yang aman, kondusif dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Dalam pelaksanaan pengamanan tetap kita prioritaskan internal. Namun, ada zona yang dibagi sesuai standar bersama Polres,” tegas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Direktur PT. BSI Arif Firman menyampaikan dengan adanya  status Obvit kata dia justru pihaknya memiliki beban lebih berat dalam mengelola pertambangan. Sebab, pihaknya terus dipantau berbagai lembaga negara. Pihaknya memastikan meski menjadi Obvit, kerjasama dengan warga sekitar tetap dijaga dengan baik. Sosialisasi tambang ini kian gencar dilakukan ke warga.

Penulis : Setyo Bakti.2012 / Humas Res BWI

Editor : Alfian Nurnas

Publish : Setyo Bakti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password