Telah Beraksi di Enam Lokasi, Remaja Spesialis Jambret Akhirnya Diringkus Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit khusus Polsek Tamalanrea bersama personil Tim Khusus Polda Sulsel berhasil mengamankan pelaku jambret. Dipimpin Ipda Abd. Asiz berhasil meringkus HJ (16) warga Sinassara Makassar, Selasa (18/12/17).

Ipda Abd. Asiz menjelaskan setelah melakukan penyelidikan mendapat informasi dari masyarakat keberadaan tersangka curas pencurian dengan kekerasan sedang dalam perjalanan hendak pulang kerumahnya

Setelah melakukan pencarian, Tim Khusus berhasil mengamankan pelaku di Jalan Angkasa Panaikang Makassar.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea AKP. Muh Warfa mengungkapkan, setelah diintrogasi lelaki HJ mengakui sudah melakukan pencurian sebanyak 6 kali ditempat yang berbeda.

Hingga saat ini pelaku diamankan di Polsek Tamalanrea untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam melakukan pencurian, seorang melakukan pencurian bukan karena tidak ada faktor atau alasan untuk melakukan kelakuan tercela. Seorang pencuri dalam melakukan aksinya pun memiliki alasan kenapa dia harus mencuri.

Motif Ekonomi. Salah satu unsur  “mengapa orang mencuri” adalah motif. Motif seseorang melakukan suatu kegiatan tentu mempunyai maksud dan tujuan yang hanya dimengerti oleh yang bersangkutan. Seseorang mencuri sesuatu yang bukan miliknya dari orang lain mempunyai motif tertentu.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Motif lainnya adalah kurangnya iman, pada dasarnya ini adalah alasan yang paling mendasar dari pencurian. Seorang pencuri tidak mungkin memiliki aqidah dan keimanan yang kuat kepada Allah sebagai zat yang mengatur kehidupan di dunia ini. Orang yang aqidah dan keimanan yang kuat sudah pasti ia tidak akan melakukan pencurian walaupun ada kesempatan dan ekonomi yang tidak stabil, bahkan niatan untuk mencuri pun tidak ada dalam benaknya.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam,

“Tidaklah orang yang berzina ketika melakukan perzinaan dia dalam kondisi beriman. Dan tidaklah pencuri ketika dia mencuri dia dalam kondisi beriman. Tidak juga peminum (khamar) ketika dia meminum dalam kondisi beriman.” (HR. Bukhari, no. 2334 dan Muslim, 57)

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password