Polda Papua Gelar Dialog Interaktif Menuju Pilkada Damai dan Demokratis di Kabupaten Biak Numfor

Tribratanews.polri.go.id, Papua Polres Biak – Road Show Polda Papua menggelar dialog interaktif dalam rangka pelaksanaan pilkada damai dan demokratis yang diselenggarakan di Hotel Asana jalan Muhammad Yamin Kabupaten Biak Numfor, Senin (18/12/2017).

Tiga narasumber yang turut memberikan pencerahan yakni dari FKUB Provinsi Papua Drs. TH Pasaribu, Tokoh Perempuan Papua Miki Meuhuei dan Akademisi Muslim Lobubun, SH.,MH.

Roadshow ini juga dihadiri sejumlah tokoh-tokoh masyarakat, LSM, pasangan calon perseorangan, juga pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, KPU Biak Numfor, dan jajaran Ormas maupun paguyuban di Biak.

IMG-20171218-WA0089

Kapolda Papua melalui Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Agus Rianto meminta agar masyarakat di Papua bisa bersama-sama mengawasi jalannya Pilkada serentak baik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, di tahun 2018 mendatang.

Wakapolda menambahkan, belajar dari pengalaman Pilkada di tahun 2017 dimana digelar pada 10 Kabupaten dan 1 Kota di Papua. Ada lima wilayah yang harus melaksanakan PSU, dan harus sampai ke meja MK. Tiga dari lima kabupaten dikategorikan sangat memprihatinkan, karena harus menimbulkan korban jiwa dan material. Seperti yang terjadi pada Pilkada Puncak Jaya, Intan Jaya dan Tolikara.
“Sehingga kita harapkan kedepan masyarakat benar-benar memahami tidak ada untungnya kita memilih kepala daerah untuk kepemimpinan lima tahun harus jatuh korban jiwa, makanya roadshow ini sebagai bentuk pemetaan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka Pilkada tahun depan nanti, dan tentu untuk mengurangi dampak-dampak yang tidak diinginkan oleh masyarakat, ”ungkap Wakapolda.

Ditambahkan pula bahwa meski aparat Kepolisian sudah memiliki peta konflik suatu daerah, namun hal itu bisa saja terjadi diluar dugaan. Karena sejatinya konflik itu lahir karena berbagai dampak. Ada yang berskala besar namun ada pula yang berskala kecil tapi jika dibiarkan akan berdampak luas.

Wakapolda berharap Pilkada di Papua nantinya bisa berlangsung dengan aman dan terkendali, olehnya itu dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Papua, mutlak diperlukan. Disatu sisi penggunaan media pun harus bisa dilakukan dengan bijak dan penuh kewaspadaan.

IMG-20171218-WA0091

Sementara, Tokoh Agama yang juga Ketua FKUB Provinsi Papua Drs. T.H Pasaribu mengapresiasi tindak lanjut dialog interaktif tersebut yang difasilitasi oleh Polda Papua. Menurutnya, dari dialog itu lahir beberapa rangkuman dan juga tugas penting selanjutnya, yang harus jadi bahan perhatian.
“Kita harus ciptakan suasana damai jangan sampai sudah ribut baru diciptakan kedamaian. Perspektif kerukunan umat beragama di Papua sangat kondusif dan ini yang harus kita jaga. Jangan sampai pilkada mencederai kerukunan yg sudah tercipta dengan baik, “pesannya.

Disatu sisi, dari Akademisi Muslim Lobubun, SH.,MH yang juga sebagai pengamat hukum di Biak, mengatakan bahwa hukum tidak memandang bulu, bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran dalam tahapan dan proses Pilkada yang bisa saja mencederai demokrasi di Indonesia, tentu akan mendapatkan ganjaran hukum sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Ditambahkan juga dari Tokoh Perempuan yang juga aktif sebagai aktivis politik Papua, Miki Meuhuei mengatakan, pemahaman politik masyarakat awam pada umumnya masih belum mendalam. Hal itulah yang dijadikan tameng oleh para elit politik untuk dijadikan sebagai tameng dalam setiap aksi yang tidak pantas dilakukan. Dia juga berharap kedepan Pilkada di seluruh Kabupaten dan Kota di Papua bisa berjalan dengan aman dan lancar. Sebisa mungkin bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat di Papua, tidak terkecuali para Perempuan dan Mama-Mama Papua. (*)

Penulis : Ruslan
Editor : Alfian Nur
Publish : Ruslan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password