Wujudkan Generasi Bangsa yang Berakhlak, Kanit Binmas Polsek Wotu Sosialisasi Bahaya Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kanit Binmas Polsek Wotu jadi pembicara pada acara sosialisasi bahaya narkoba di Kantor Desa Maramba, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Senin (18/12/17). Tema yang diusung adalah “Sosialisasi Hukum dan Bahaya Narkoba Wujudkan Generasi Bangsa Berakhlak.”

Kegiatan ini merupakan salah satu program misi Kepala Desa Maramba Herman dalam bidang pemberdayaan masyarakat, sosialisasi kali ini adalah kegiatan keempat kalinya yang mana ada 5 rencana kegiatan yang sama dalam tahun ini akan tetapi dengan materi yang berbeda dan sosialisasi terakhir akan dilaksanakan pada hari selasa (19/12) dengan materi Kesehatan.

“Kegiatan sosialisasi seperti ini akan kami jadikan program tahunan kedepannya yang mana akan berguna sebagai pedoman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari hari,” ujar Kades Maramba selaku inisiator kegiatan tersebut.

Dalam sosialisasi ini yang diundang selaku pemateri adalah Kapolsek Wotu yang diwakili oleh Kanit Binmas Bripka Rustam bersama Aipda Ruddin penyidik pembantu dan Brigpol Salman selaku Bhabinkamtibmas di Desa tersebut.

Kegiatan seperti ini sangat berharga bagi kami selaku orang tua sebagai pandangan dalam mengawasi dan mendidik anak dalam menghadapi perkembangan jaman yang saat ini yang makin meresahkan kita selaku orang dengan maraknya peredaran narkoba dan seringnya terjadi perkelahian pemuda,” ungkap Yasdi salah seorang warga usai sosialisasi yang dihadiri 50 orang peserta tersebut.

Warga sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini yang di anggap dapat memberikan pengetahuan secara gratis dan berharap sosialisasi seperti ini akan tetap di terapkan setiap tahunnya dan apabila perlu dilaksanakan di setiap Desa di Luwu Timur ini.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada pihak aparat hukum dalam hal ini Kepolisian Sektor Wotu, dengan demikian maka akan membantu tugas polisi untuk mensosialisasikan tentang dampak dan bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat obatan yang terlarang (narkoba) baik itu dari segi hukum begitupun segi kesehatan diri sendiri.

“Kegiatan ini membantu kami dalam tugas sehari hari utamanya di fungsi pembinaan masyarakat dan harus ditingkatkan dengan memperbanyak koordinasi antara pemerintah desa dan bhabinkamtibmas masing masing,” ungkap Muh. Rustam.

Fenomena penyalahgunaan narkoba saat ini memang sudah sangat meresahkan, menurut data BNN, setiap hari, 40 orang meninggal dunia di negeri ini akibat over dosis narkoba. Angka ini bukanlah jumlah yang sebenarnya dari penyalahguna narkoba. Angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.

Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password