Tribratanewa.polri.go.id.PoldaKalbar.Polres.KayongUtara.Kapolres Kayong Utara AKBP Arief Kurniawan, SIK, beberapa waktu lalu telah melakukan peninjauan lokasi pembangunan jalan Simpang Hilir – Perawas sepanjang 30 km yang dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kayong Utara H. Alhusaini bersama anggota komisi II lainnya, dan diikuti oleh Kasat Intelkam IPTU Jami’ad, Kasat Pol PP, serta Dinas PU Kayong Utara.

Menurut Kapolres Arief Kurniawan kepada media ini, Senin (11/12/2017) malam, bahwa pelaksanaan kegiatan itu adalah dalam rangka menindak lanjuti keluhan masyarakat Desa Batu Barat Kecamatan Simpang Hilir terkait pembangunan jalan tersebut.

IMG_20171217_184529

“Tindak lanjut dari tatap muka dilapangan itu bahwa DPRD dalam hal ini Komisi II akan mengambil langkah dengan mengundang para pihak terkait (Bupati, Kadis PU, Bappeda) dengan didampingi oleh pihak Polres Kayong Utara untuk melakukan dialog guna menindak lanjuti keluhan dan aspirasi masyarakat tersebut. Diharapkan pembangunan jalan yang tidak melalui Desa Batu Barat akan dirubah melewati Desa Batu Barat”, kata Arief seraya mengakui bahwa dengan pertemuan tersebut masyarakat menerima dan menunggu jadwal pertemuan dari pihak DPRD Kayong Utara.

Sebagai catatan, bahwa adanya keluhan masyarakat Desa Batu Barat terhadap pembangunan jalan yang lagi dibangun menggunakan dana pusat sebesar Rp. 21 milyard itu dari Jalan Rambayan menuju Perawas dan menerobos kebun sawit perusahaan, namun sebagian masyarakat tidak setuju dengan alasan bahwa jalan lama cukup layak dan melewati 4 dusun hingga ke Perawas, sedangkan jalan yang ada sekitar 800 meter sudah rusak sehingga masyarakat menginginkan biar jalan lama diperbaiki tanpa harus membuat jalan baru yang memerlukan biaya cukup besar.

Selain itu adanya dugaan kepentingan Kepala Desa Batu Barat karena jalan baru masuk didalam lahan pribadinya sehingga jalan baru tersebut diduga memang sengaja untuk kepentingan pribadi Kades, dan masyarakat tidak setuju, apabila dipaksakan masyarakat akan menghentikan paksa pekerjaan yang sedang berlangsung dan menuntut ganti rugi lahan yang diserahkan untuk jalan Rambayan sekitar 500 meter panjang dan lebar 12 meter agar dibayar Rp. 7 milyard oleh Pemkab Kayong Utara karena perjanjian tahun 2002 lahan tersebut untuk jalan masyarakat setempat

Penulis : Halim Anwar

Editor : Nanang p

Publish : Bunga Asri P

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password