Babinkamtibmas Desa Nanga Biang Bripka Saprin Gunawan Memberikan Penyuluhan

1

Tribratanews.polri.go.id – Polda Kalbar – Polres Sanggau – Bertempat di Desa Nanga Biang Kecamatan kapuas kabupaten sanggau Babinkamtibmas polsek kapuas Bripka Saprin Gunawan turun kelapangan memberikan Penyuluhan Serta sosialisasi tentang peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla Babinkamtibmas desa Nanga Biang memberikan Penyuluhan Serta sosialisasi tentang peningkatan kesadaran masyarakat Desa Nanga Biang terhadap dampak kerusakan akibat Karhutla, turut hadir juga pada kesempatan tersebut kapolsek kapuas diwakili AIPTU Kotijan, perwakilan Manggala agni, BPPD Desa Nanga Biang, Tomas, toga, kadus, serta warga desa Nanga Biang, Kamis (14/12)

Bripka Saprin Gunawan menyampaikan tentang peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya karhutla, mendata masyarakat dalam rangka melakukan pemetaan wilayah setempat terkait karhutla serta menyampaikan himbauan kamtibmas sehubungan mensukseskan Pilkada 2018.

Disela sela kegiatan juga dari pihak Manggal Agni turut memberikan Upaya penanganan karhutla dilapangan, jika kedepannya terdapat kejadian kebakaran hutan.

“Kedepannya saya tekankan kegiatan ini dapat mengembalikan kesadaran masyrakat akibat dampak dari karhutla yang membahayakan kesehatan masyarakat dan bencana Asap” tambahnya.

Di Kalimantan Barat terdapat lima kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yaitu Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Bengkayang, namun, justru daerah yang banyak hotspotnya, seperti Kapuas Hulu, Sanggau, Sintang dan Landak.

Dari data yang diperoleh semenjak tahun 1997 Kalimantan Barat khususnya pernah terjadi bencana kebakaran hutan hebat sehingga berdampak kabut asap yang sangat panjang dengan jarak pandang efektif di pagi hari mencapai sekitar 30 meter, dan hal ini terus menerus terjadi dalam rentang waktu sekitar 7-10 tahun dengan kejadian serupa, menurut informasi prakiraan cuaca kedepan tahun 2018 intesitas panas akan meningkat disebabkan oleh pemanasan global serta faktor lain, sehingga kemungkinan terjadinya kebakaran hutan sangat tinggi.

Sebaran 282 hotspot terdeteksi di Papua 7 hotspot, Nusa Tenggara Timut 12, Kalimantan Barat 150, Lampung sembilan, Jawa Timur lima, Jawa Tengah enam, Jawa Barat lima, Papua Barat dua, Nusa Tenggara Barat (NTB) tiga, Babel 11, Kepulauan Riau empat, Maluku dua, Sulawesi Tengah satu.

Penulis : M. Aulia
Editor : Alfian Nurnas / Nanang. P
Publish : Dikta

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password