Cegah Pertikaian Antar Warga, Kapolres Merangin Mediasi Kedua Pihak yang Terlibat

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jambi, Polres Merangin – Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya,SIK,MH bergerak cepat dengan melakukan mediasi antara dua belah pihak yang diduga ribut akibat salah faham dan mediasi tersebut dilaksanakan di kantor Polsek Pamenang dengan di hadiri oleh kedua belah pihak yang bertikai.

Menurut Kapolres Merangin, mediasi yang di lakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, baik warga suku anak dalam (SAD) dan masyarakat merangin, sehingga dalam persoalan tersebut menghasilkan solusi terbaik dan tidak ada pihak yang di rugikan.

‘’Dengan pendekatan yang kita lakukan antara kedua belah pihak dan kita dapatkan solusinya dengan cara kekeluargaan dan mereka sepakat berdamai dengan di saksikan oleh Sekcam Pamenang, Kapolsek Pamenang, kades karang birahi dan juga Baiturahman serta tiga warga SAD,”jelas Kapolres Merangin, I Kade Utama

Dengan kesepakatan damai tersebut, maka persoalan antara warga Karang Birahi serta warga SAD di anggap sudah selesai dan Kapolres Merangin juga meminta agar tidak ada lagi kejadian serupa yang terjadi di wilayah hukum Polres Merangin.

‘’Saya harapkan ini jadi pembalajaran kita bersama dan paling penting adalah bagaimana kita bisa menciptakan kedamaian di wilayah hukum Polres Merangin, dan dalam waktu dekat kita juga akan segera melakukan penyuluhan hukum bagi saudara kita warga SAD, agar meraka juga mengerti masalah hukum,”tegasnya.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 18.30 WIB Baiturahman Warga Kelurahan Kecamatan Pamenang dan Endut dalam perjalanan pulang dari PT.SOGUN menuju Pamenang dan melewati Jalan Poros Desa Karang Birahi mengendarai Mobil Colt Diesel warna kuning nopol BH 8067 FQ.

Sesampai di Desa Karang Birahi kendaraan korban , tidak bisa lewat dikarenakan ada mobil Colt Diesel milik Topik warga Desa Jelatang atas sedang terpuruk, sehingga kendaraan korban berhenti, namun dari arah berlawanan datang enam orang warga suku anak dalam (SAD), dengan mengendarai sepeda motor dan berusaha membantu mendorong mobil yang terpuruk di jalan.

Namun di tengah mendorong mobil, salah satu warga SAD meminta uang kepada korban sebesar RP 20 ribu rupiah, namun korban tidak bersedia memberikan uang tersebut sehingga nyaris perkelahian antara kedua orang tersebut, karena kalah jumlah korban kemudian melarikan diri ke kebun sawit.

Penulis : Solihin

Editor : Alfian

Publish : Indra Gunawan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password