Sigap,Sat Reskrim Polres Tanjung Perak Amankan Pelaku Bom Rakit

Tribratanews.polri.go.id- Polda Jatim,Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil ungkap kasus ledakan benda mencurigakan, Jumat (15/12/2017). Kasus ini terjadi,Senin (11/12/2017) sekitar 22.00 Wib di  warung depan PT. Bahana Line alamat Jl. Laksda M. Nasir no. 29 blok B 11 Perak Surabaya.

Kasus ini dilaporkan oleh saksi korban bernama Anton Warjono (34) karyawan Operasional PT. Bhana Line, yang berdomisili Sidobogem RT 02 RW 01Kec. Sugio Lamongan atau (kantor) PT. Bahana Line Jl. Laksda M. Nasir no. 29 blok B 11 Perak Surabaya.

Saksi Dody Teguh Prakoso (41) Gebang Raya AG No 30 Sidoarjo, Remly Afandi alias. LiIlo (40) warga Jl. Kalososok Gg 4 No 9 Rt 06 Rw 15 Krembangan Surabaya.

Kasus itu melibatkan tersangka berinisial ED, kelahiran Blitar, 2 Juni 1975, Anak Buah Kapal (ABK) berdomisili Dukuh Bulak Banteng II B/1, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (15/12/2017) menjelaskan tentang kronologi kejadian Senin tanggal 11 Desember 2017 sekitar 20.45 Wib, office boy PT. Bahana Line bernama Lilo menerima paketan dibungkus kresek warna hitam dari orang yang tidak dikenal (misterius). Paketan tersebut ditujukan kepada Anton dengan pengirim dari Titin, Kemudian Lilo menyerahkan paketan tersebut kepadd  Anton.

Sekitar pukul 21.30 Wib, Anton membuka paketan berupa kresek hitam di warung depan PT. Bahana Line. Saat dibuka di dalam kresek terdapat dos book HP Samsung A5 dan secarik kertas yang bertuliskan “Anton Warjono 081222777609”.

Kemudian Anton yang curiga dengan kemasan paketan tersebut kemudian mengocok dosbook HP tersebut,karena ingin mengetahui apa isi di dalamnya, saat dikocok terdengar suara seakan-akan berisi kerikil. Selanjutnya Anton membuka paketan dengan perlahan-lahan lalu melihat bahwa didalam paketan berisi pecahan kaca (beling), merasa ada yang janggal lalu Anton menutup kembali dengan perlahan kemasan dosbook HP tersebut.

Saat itulah ledakan dari kemasan dosbook HP terjadi. Lalu Anton langsung melepaskan kemasan dosbook HP yang meledak itu dari tangannya dan berserakan di atas meja warung dan di tanah. Setelah terjadi ledakan barang-barang yang terlihat dari sisa ledakan adalah dos book HP Samsung A5 warna biru, pecahan kaca (beling),  baterai kotak 9V merk Panasonic, rangkaian kabel warna hijau merah dan hitam, sisa serbuk berwarna hitam, jepitan baju serta sobekan kertas koran.

Usai kejadian itu, polisi terus berupaya untuk memburu pelaku pada Rabu (13/12/ 2017) sekitar 09.00 WIB, petugas piket Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menerima laporan dari pelapor atau korban perihal adanya paketan yang telah meledak.

Selanjutnya piket Satreskrim mendatangi TKP dan berkordinasi dengan Gegana Sat Brimobda Polda Jatim melaksanakan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti, mencari saksi-saksi dan rekaman CCTV di sekitar TKP.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari para saksi dan penyelidikan terhadap barang bukti yang diamankan dari TKP, ditemukan indikasi adanya beberapa orang yang diduga memiliki dendam terhadap korban,sehingga ada motif untuk melakukan tindak pidana tersebut.

Hasil pendalaman dari latar belakang kehidupan korban ditemukan, bahwa korban memiliki hubungan perselingkuhan dengan dua orang wanita diantaranya bernama Indah yang sudah memiliki suami bernama Edi dan Titin yang merupakan seorang janda.

Dari hasil pendalaman ini, penyidik beranggapan bahwa pelaku mengenal korban, karena dalam paketan yang meledak tersebut tertera nama jelas korban dan nomer HP korban. Namun paketan tersebut diatasnamakan Titin, sehingga penyidik meyakini bahwa bukan Titin pelakunya, tetapi pelaku adalah orang yang mengenal korban dan juga mengetahui bahwa korban memiliki hubungan perselingkuhan dengan Titin. Kuat dugaan bahwa suami dari Indah yang bernama EDI menyimpan rasa tidak suka terhadap korban.

Hasil pendalaman dari pemeriksaan barang bukti berupa dosbook HP yang digunakan sebagai pembungkus paketan yang meledak tersebut, penyidik berupaya mencari dari mana asal dosbook HP tersebut dan siapa pemiliknya.

Hasil penyelidikan yang dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi kemudian mengarah kepada EDI sebagai pemilik dosbook HP yang digunakan untuk membungkus paketan yang meledak karena HP yang digunakan oleh EDI identik dengan dosbook yang ada di TKP yaitu HP jenis samsung A5.

Hasil penelusuran dari pengambilan video rekaman CCTV disekitat TKP, diyakini bahwa paketan yang meledak tersebut dikirim dengan menggunakan jasa ojek online yang diakses melalui aplikasi ojek online.

Dari video rekaman CCTV nampak orang yang mengantarkan paket tersebut tidak mengetahui isi paketan adalah bahan peledak karena tidak terburu-buru meninggalkan TKP dan sempat terlihat beberapa saat memainkan HP nya di TKP sesaat setelah mengantarkan paket tersebut.

Kemudian penyidik melakukan pengecekan terhadap 2 jasa ojek online yang diketahui memiliki layanan untuk mengantarkan pesanan atau paket yaitu Grab Bike dan Go-Jek. Dengan berdasarkan informasi waktu pengiriman dan alamat tujuan pengiriman ke PT. Bahana Line atas nama penerima, Anton Warjono ditemukan bahwa pengirim paketan yang meledak tersebut melalui jasa pesan antar ojek online Go-Jek adalah Edi.

Anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pencarian terhadap keberadaan Edi terduga pelaku pengiriman paketan yang meledak.

Rabu (13/12/2107) sekitr pukul 22.00 Wib diketahui bahwa Edi sudah tidak berada dirumah, menurut informasi yang di dapat anggota di lapangan bahwa, Edi baru meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa.

Selanjutnya anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pengejaran terhadap Edi yang diketahui sudah berada di terminal Arjosari Malang, Jawa Timur. Pada Jumat (15/12/ 2017) sekitar 03.00 Wib, anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penangkapan pelaku Edi di Indomart depan terminal Arjosari Malang. Kemudian dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan berupa diantaranya dos book HP Samsung A5 warna biru, pecahan kaca (beling), baterai kotak 9V merk Panasonic, rangkaian kabel warna hijau merah dan hitam, sisa serbuk berwarna hitam, jepitan baju, sobekan kertas koran, HP Samsung A5 warna putih (sebagai sarana pemesanan Go-Jek),  HP Samsung J6 warna hitam, dan HP Travel merk Brandcode warna hitam kuning.

Penulis  : Ice / hms jtm
Editor    : Alfian Nur
Publish  : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password