Ini Lima Poin Penting Rakor Lintas Sektoral Dalam Rangka Pengamanan Menjelang Natal Tahun 2017 Dan Tahun Baru 2018

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulteng – Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Almas W Kolopaking secara resmi membuka Rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka persiapan pengamanan operasi terpusat menjelang perayaan Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 yang digelar Polda Sulteng, kamis (14/12/2017) pagi, di aula Torabelo.

Pelaksanaan rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, para Kapolres jajaran Polda Sulteng, Gubernur Sulteng beserta jajaran, Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Danrem 132 / Tadulako, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala BIN Daerah Provinsi Sulteng, Den AU Palu.

Selain itu juga dihadiri oleh Kepala PT. PLN, Walikota Palu beserta jajaran, Kepala Bandara Mutiara Palu, Kepala Pemadam Kebakaran, Kepala PT Jasa Raharja, Ketua ORARI, Ketua RAPI, Basarnas Pos SAR Palu Kantor SAR MK, Kepala Hiswanamigas, Ketua Senkom dan O.H. Pertamina.

Dalam kata sambutan Kapolda Sulteng yang dibacakan oleh Karo Ops Polda Sulteng menyatakan ada lima poin yang penting dalam rakor tersebut, yakni yang pertama pelaksanaan kegiatan rakor tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga dalam melaksanakan pengamanan perayaan natal tahun 2017 dan kegiatan pergantian tahun baru 2018, sesuai dengan peran dan tugasnya masing-masing. Jangan pernah under estimate terhadap setiap informasi sekecil apapun, maupun terhadap potensi kerawanan yang dapat berdampak pada terjadinya gangguan kamtibmas.

Kedua, melakukan berbagai upaya antisipatif sejak dini terhadap setiap embrio kerawanan sosial, sehingga dapat meng-eliminir setiap potensi gangguan kamtibmas yang merugikan masyarakat dalam pelaksanaan perayaan natal 2017 dan tahun baru 2018.

Ketiga, waspadai potensi ancaman terorisme melalui pelaksanaan kegiatan dengan inventarisasi dan sterilisasi rumah ibadah, memaksimalkan upaya pencegahan terhadap aksi kekerasan dan konflik komunal karena latar belakang penolakan kelompok tertentu terhadap adanya praktek ibadah keagamaan yaitu perayaan natal.

Keempat, melakukan pengamanan baik internal maupun eksternal secara terkoordinasi, serta berikan himbauan kepada seluruh warga masyarakat untuk tetap menjaga diri, agar tidak mudah terprovokasi, serta dalam melaksanakan ibadah natal maupun perayaan pergantian tahun tidak menggunakan perhiasan mencolok yang dapat mengundang niat orang lain untuk melakukan berbagai aksi kejahatan.

Dan kelima, meningkatkan komunikasi dan koordinasi lintas sektoral, serta kesiap siagaan selama pelaksanaan pengamanan perayaan natal tahun 2017 dan tahun baru 2018, untuk mengantisipasi dinamika perkembangan situasi kontijensi yang berkembang di lapangan.

Rencananya Operasi Lilin Tinombala 2017 akan dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari, mulai dari tanggal 23 Desember 2017 sampai dengan tanggal 2 Januari 2018.

Penulis      : Tim
Editor        : Alfian Nurnas
Publish      : Farly

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password