Polres Tanggamus Lampung Tetapkan 4 Tersangka Pemerasan Kepala Pekon, Begini Peran Masing-Masing Pelaku ?

IMG_20171214_56368

Tribratanews.polri.go.id – Polda Lampung – Satreskrim Polres Tanggamus menetapkan tersangka terhadap NE (28), alamat Desa Sukajaya Kec. Kedondong Kab. Pesawaran, PA (22) warga Desa Tanjung Kerta Kec. Kedondong Pesawaran, NA (50) dan DA (31) warga Pekon Banjarsari Kec Talang Padang, keempat terbukti melakukan pemerasan terhadap salah satu kepala Pekon di Kecamatan Talang Padang.

Tindak pidana pemerasan terhadap Tubagus M. Yani, Kepala Pekon Banjarsari Kecamatan Talang Padang Tanggamus. Keempatnya diamankan Tim Saber Pungli Polres Tanggamus pada hari Selasa (12/12/17) sekitar 12.00 WIB.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan gelar perkara serta alat bukti, keempatnya terbukti memenuhi unsur tindak pidana pemerasan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dikuatkan alat bukti sehingga kontruksi kasus secara utuh dapat diketahui melalui gelar perkara maka keempatnya ditetapkan tersangka tindak pidana pemerasan, terhitung Rabu (13/12/14) sore ditahan di Polres Tanggamus,” kata AKBP Alfis Suhaili didampingi Waka Polres Kompol M.Budhi Setyadi, S.Ik. MM selaku ketua tim Saber Pungli Polres Tanggamus dan Kasubbag Humas Iptu Yulmartin, Kamis (14/12/17) siang.

Lantas bagaimana peran pelaku, Kapolres menjelaskan para pelaku ke empatnya melakukan pemerasan secara bersama-sama. Tetapi dalam pengkategorian peran masing-masing berdasarkan hasil pemeriksaan yaitu NE, PA dan DA sebagai aktor intelektual dan NA perannya membantu tindak pemerasan dengan modus seolah-olah akan menyelamatkan kepala pekon dari jeratan hukum.

“modus tersebut dilakukan supaya kasus ini tidak berkembang sehingga keempatnya seolah olah menjadi pahlawan guna menyelamatkan kepala pekon dengan meminta uang kepada kepala pekon”, ujar AKBP Alfis Suhaili.

Kapolres menambahkan, uang tersebut sejenis uang damai. Sebab keempatnya mengancam akan melaporkan masalah yang dinilai mereka bermasalah ke aparat hukum. “Kegiatan yang dipermasalahkan adalah pelaksanaan PNPM 2015 yang dinilai mereka bermasalah. Kemudian agar masalah ini tidak dilaporkan mereka minta uang Rp 50 juta, namun Kakon Banjar Sari hanya memiliki Rp 20 juta yang lantas diberikan mereka,” terang Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka NE, PA dan DA dikenakan pas 368 KUHPidana tentang Pemerasan dan NU dijerat pasal 56 junto 368 KUHPidana karena turut serta membantu melakukan pemerasan, dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. (*)

Penulis : N.Muslih / Polres Tanggamus
Editor : Alfian Nurnas
Publish : N.Muslih Lpg

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password