Asik Main Judi, Empat Petani di Gowa Diamankan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim anti bandit Polres Gowa dipimpin Ipda. Emil Fahmi berhasil menangkap empat pelaku judi kartu saat melakukan penggerebekan di Dusun Appabone, Desa Bone, Kec. Bajeng, Kab. Gowa, Rabu (13/12/17) sore.

Keempat pelaku merupakan petani, masing-masing bernama Jumadi dg Lau (45), Kamaruddin dg Lurang (40), Umar dg Ngunjung (62) dan Muhammad dg Ngago (45).

Para pelaku ditangkap saat sedang asik bermain judi. Beberapa barang bukti yang disita petugas adalah 1 paket kartu joker, 1 unit HP, 2 buah dompet, uang tunai sebesar Rp. 485.000 dan 4 unit sepeda motor.

 

 

Saat ini keempat pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Gowa guna penyidikan lebih lanjut.

Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Kemenangan yang dihasilkan dari perjudian tidak akan bertahan lama. Justru akan berakibat pada pengrusakan karakter individu dan akan merusak kehidupannya. Banyak sudah fakta menceritakan bahwa pemenang judi tidak selalu memiiki hidup yang sejahtera, sebagian besar mengalami kemiskinan yang begitu parah dan mengalami alianasi (keterasingan) dari keluarga dan masyarakat.

Kehidupan yang semestinya dapat diperoleh dan dinikmati dengan keluarga dapat berubah menjadi keburukan. Benar adanya bilamana Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat [5] berfirman : bahwa judi adalah perilaku syaitan, bila tidak dijauhi maka akan menimbulkan permusuhan dan kebencian. Konflik ditimbulkan akan merusak keharmonisan keluarga, dan masyarakat akhirnya kehidupan yang bermakna sebagai hamba Tuhan tidak akan diperoleh.

Kreativitas memodifikasi judi dapat kita lihat diberbagai tempat. Jenis judi pun bermacam-macam dari yang bersifat sembunyi-sembunyi sampai yang bersifat terbuka. Judi yang sembunyi-sembunyi misalnya togel (toto gelap), adu sabung ayam jago, permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka, misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang yang dilakukan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga melanggar norma hukum. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum.

Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password