Istri di Berangkatkan Menjadi TKW,Pemuda Ini Culik Ponakan

Tribratanews.polri.go.id-Polda Jatim, Polres Blitar Kota berhasil membekuk pelaku penculikan anak di bawah umur. Tersangka Hadi Sunyoto (26), warga Dusun Sumberjo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar dibekuk saat bersembunyi di kamar kos nya di wilayah Singosari Kabupaten Malang, Selasa (12/12/2017) pukul 20.00 WIB.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar SIK MSi mengatakan, tersangka harus berurusan dengan polisi lantaran telah menculik Rissyi Nikolas Saputra, korban merupakan keponakannya sendiri.
Rissyi adalah anak dari Ismawati (41) warga RT 2 RW 11 Dusun Sumberjo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar yang merupakan kakak ipar Hadi.

Kapolres mengatakan, aksi penculikan terhadap Rossyi diduga dilatari sakit hati tersangka dengan Ismawati yang memberangkatkan istrinya pergi ke luar negeri menjadi tenaga kerja wanita di Singapura.
Kasus ini bermula, Senin (11/12/2017) tersangka datang ke rumah Ismawati dan meminta supaya istrinya dipulangkan. Karena Ismawati tidak bisa dan harus melalui beberapa proses maka hal itulah yang diduga sebagai pemicu.

Dengan rayuan akhirnya tersangka bisa mengelabuhi Rossyi hingga berhasil membawa kabur ke wilayah Singosari Kabupaten Malang. Saat membawa kabur Rossyi ke Singosari Malang, tersangka ini sempat meminta uang Rp30 juta kepada kerabatnya yang ada di Ponggok.

“Uang itu diduga akan digunakan tersangka untuk ongkos dan biaya hidup selama membawa kabur korban termasuk untuk sewa kos,” ujar Ismawati.
Setelah sehari berada dalam pelarian di Malang bersama Rossyi, tersangka tiba-tiba menelepon Ismawati, orangtua Rossyi. Dalam sambungan telepon itu, tersangka Hadi mengaku telah menculik Rossyi. Pihak keluarga yang tengah panik dengan hilangnya Rossyi pun kaget atas pengakuan tersangka yang mengatakan telah menculik anaknya.
“Dalam sambungan telepon maupun pesan singkat tersebut, tersangka ini meminta agar istrinya segera dipulangkan menjadi TKW kepada Ismawati dan mengancam akan membunuh dan membuangnya jika dalam waktu 2 minggu tidak memulangkan istrinya, ” lanjutnya.Pembicaraan dalam sambungan telepon maupun pesan singkat itu pun terputus tanpa ada kesepakatan.

Lalu pada Selasa (12/12/2017) pagi, korban Ismawati langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Ponggok.
“Mendapat laporan tersebut petugas langsung melakukan pengejaran. Berkat keterangan beberapa saksi serta pihak keluarga dan akhirnya diketahui keberadaan tersangka, ” ujar Kapolres Blitar Kota.
Berdasarkan informasi yang didapat soal keberadaan tersangka bersama Rossyi, petugas opsnal buser Polres Blitar Kota lalu bergerak ke Singosari Malang.

“Dari informasi yang sudah dikantongi, anggota akhirnya berhasil menangkap tersangka di kamar kos bersama Rossyi di Singosari Kabupaten Malang. Korban berhasil diselamatkan tanpa ada perlawanan dari tersangka,” tandas Kapolres Blitar Kota.
Tentunya untuk sangkaan pasal 76F UU RI Nomer 35 tahun 2014 jo pasal 83 UU RI Nomer 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak diancam hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Penulis  : Ice / hms bltrkota
Editor    : Alfian Nur
Publish  : Ice

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password