Aksi Peduli Polantas Soppeng Saat Mendorong Kursi Roda Pelajar ke Sekolah

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kepedulian terhadap sesama kembali terlihat saat salah satu personil Satlantas Polres Soppeng melaksanakan kegiatan rutin pengaturan arus lalu lintas pagi, Rabu (13/12/17).

Pemandangan yang menarik tersebut terlihat saat salah satu siswa pelajar SMA 1 Soppeng mendapatkan pengawalan khusus dari personil Satlantas Soppeng Brigpol Musrihun yang sigap memapah dan mendorong kursi roda si pelajar menuju ke kelas saat tengah mengatur arus lalu lintas.

Dikonfirmasi usai kegiatannya, Brigpol Musrihun mengungkapkan bahwa pelajar tadi adalah salah satu korban kecelakaan lalu lintas beberapa bulan lalu, “Ia menderita patah tulang bagian kaki dan akhirnya harus menggunakan kursi roda, ungkapnya singkat,” ucapnya.

Ini merupakan bentuk Police Care, salah satu program unggulan Polda Sulsel yang diterapkan Polres Soppeng yang mana polisi senantiasa melaksanakan tugas secara ikhlas walaupun tidak pada fungsi atau tugas pokok masing-masing. Tindakan Brigpol Musrihun dilapangan merupakan insting kemanusiaan.

Dengan program Police Care diharapkan semua fungsi mampu bertugas dan menguasai bidang lain, tidak hanya fokus pada tugas pokoknya saja melainkan dapat bekerja dan menjalankan semua fungsi yang ada di Kepolisian baik itu reserse, Intel lantas, binmas dan Sabhara.

Polisi terus melakukan pembenahan dan memperbaiki citranya yang berangsur-angsur mulai membaik. Bentuknya antara lain seperti yang dilakukan Brigpol Musrihun, selain itu perbaikan sistem dan manajemen ditubuh kepolisian, peningkatan kualitas SDM, penambahan alat-alat penunjang operasional kepolisian, peningkatan kesejahteraan anggota Polri, dan penegakan reward and punishment terhadap anggota Polri.

Dibalik semua pembenahan tersebut, kita pun tidak dapat menutup mata bahwa sebagian masyarakat masih melihat polisi sebagai sosok yang angker, arogan, kurang bersahabat, kaku, dan menyeramkan sehingga masyarakat enggan berhubungan dengan polisi.

Ketika bertemu dengan polisi, justru merasa kurang nyaman, takut ditilang walaupun surat-surat kendaraan lengkap karena ada oknum polisi yang suka menjebak dan mencari-cari kesalahan pengendara, takut melapor jika menjadi korban kecelakaan atau tindak kejahatan karena takut menjadi objek pemerasan polisi.

Berbagai kesan dan catatan negatif dari sebagian masyarakat terhadap polisi harus disikapi secara bijak karena dalam melaksanakan tugasnya, polisi bersentuhan dengan kepentingan masyarakat. Misalnya dalam pelayanan pembuatan SIM, STNK, SKCK, pengaturan lalu lintas, pelayanan pembayaran pajak kendaraan, dan penanganan laporan dan pengaduan dari masyarakat.

Maka dari itu Polisi harus menjawab berbagai kesan negatif tersebut dengan semakin meningkatkan kinerjanya agar kepercayaan masyarakat dapat semakin meningkat. Kepolisian pun tidak perlu alergi terhadap kritik dan masukan dari masyarakat dan pihak-pihak yang concern terhadap kinerja polisi.

Kritik dan masukan dari masyarakat sebagai tanda bahwa polisi dicintai dan diperhatikan oleh masyarakat. Hal telah dicontohkan Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono yang lebih senang diberikan kritik untuk membangun daripada pujian. Berbagai kritik dan masukan tersebut justru dapat dijadikan sebagai bahan acuan dan pertimbangan bagi polisi untuk mewujudkan sosok polisi yang diharapkan masyarakat.

Dalam meningkatkan citranya, polisi pun harus mampu menjadi sahabat masyarakat, antara lain dengan melakukan penegakan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat dengan cara yang simpatik dan persuasif. Ibarat sebuah lirik lagu, benci tapi rindu, itulah realitas sikap masyarakat atas kinerja polisi. Polisi dibenci ketika dianggap melakukan kesewenang-wenangan dan menjadi alat penguasa. Dan polisi dirindukan ketika masyarakat membutuhkan pelayanannya.

Masyarakat cukup memiliki peran dalam mewujudkan sosok polisi yang tegas dan humanis. Masyarakat jangan hanya bisa menuntut pelayanan dari polisi, tetapi juga berkewajiban untuk menaati hukum untuk meringankan tugas polisi. Ada kalanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh oknum polisi juga karena tawaran “damai” dari masyarakat yang terjerat pelanggaran hukum.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password