Eksekusi Tanah di Pangkep, Kapolres Terjunkan 102 Personel Pengamanan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personel Polres Pangkep melaksanakan pengamanan eksekusi tanah di Kelurahan Samalewa, Kec. Bungoro, Kab. Pangkep (12/12/17). Sebelum pelaksanaan pengamanan, personel Polres Pangkep sebanyak 102 orang terlebih dahulu melaksanakan apel pengecekan kesiapan pengamanan.

Apel pengecekan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Pangkep Kompol Mustafa Sani, ia menekankan kepada personelnya bahwa dalam pelaksanaan pengamanan agar tetap waspada. Walaupun telah dilakukan musyawarah kesemua pihak dan diprediksi berlangsung aman, namun personel agar tidak underestimate terhadap situasi dilapangan. Ancaman bisa saja datang dimana saja, sehingga kewaspadaan tetap dijaga.

“Ancaman itu kita tidak tahu dari mana datangnya, sehingga jangan sampai underestimate terhadap perkembangan situasi dilapangan,” ucap Kabag Ops.

Ia juga menambahkan bahwa apabila dalam pengamanan terdapat gangguan, personel sudah memahami apa yang harus dilakukan sesuai dengan metode dan pola pengamanan sebelumnya.

Pengamanan eksekusi tanah dipimpin langsung oleh Kapolres Pangkep AKBP Bambang Wijanarko. Setelah melakukan pembacaan surat eksekusi selanjutnya menentukan batas-batas lahan yang akan di eksekusi yang disaksikan oleh Lurah Samalewa, pemilik lahan, tokoh masyarakat, Kepolisian dan Bhabinsa yang berakhir dengan aman.

Pijakan yuridis Polri dalam melakukan pengamanan pelaksanaan eksekusi adalah Pasal 15 ayat (1) huruf l yang menyatakan “dalam melaksanakan tugas, Polri dapat memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan.”

Untuk lebih mengetahui apa itu eksekusi mari kita simak beberapa pengertian eksekusi dari beberapa pakar hukum.

Menurut M. Yahya H. eksekusi adalah merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh pengadilan kepada pihak yang kalah dalam suatu perkara, merupakan aturan tata cara lanjutan dari proses pemeriksaan yang berkesinambungan dari keseluruhan proses hukum acara perdata.

Menurut Prof.R. Subekti adalah pelaksanaan suatu putusan yang sudah tidak dapat diubah lagi itu, ditaati secara sukarela oleh pihak yang bersengketa. Jadi di dalam makna perkataan eksekusi sudah mengandung arti pihak yang kalah mau tidak mau harus mentaati putusan itu secara sukarela, sehingga putusan itu harus dipaksakan kepadanya dengan bantuan kekuatan umum. Yang dimaksud dengan kekuatan umum adalah polisi bahkan kalau perlu militer (angkatan bersenjata).

Menurut Djazuli Bachar adalah Melaksanakan putusan pengadilan, yang tujuannya tidak lain adalah untuk mengefektifkan suatu putusan menjadi suatu prestasi yang dilakukan dengan secara paksa. Usaha berupa tindakan-tindakan paksa untuk merealisasikan putusan kepada yang berhak menerima dari pihak yang dibebani kewajiban yang merupakan eksekusi.

Menurut R. Supomo adalah hukum yang mengatur cara dan syarat-syarat yang dipakai oleh alat-alat Negara guna membantu pihak yang berkepentingan untuk menjalankan putusan hakim, apabila pihak yang kalah tidak bersedia memenuhi bunyinya putusan dalam waktu yang ditentukan.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password