Resmob Polsek Panakukkang Ringkus Empat Pelaku Curas, Dua Diantaranya Berstatus Mahasiswa

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Resmob Polsek Panakukkang Polrestabes Makassar berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Jl. Dg. Tata Makassar, Senin (11/12/17).

Pelaku yang ditangkap adalah Aswar (23), Sapri (23), Wiwin (21), Ical (21) dua diantaranya masih berstatus mahasiswa disalah satu Universitas di Makassar, mereka diamankan terkait dugaan pencurian dengan kekerasan di Jl. Aggrek Raya beberapa waktu lalu.

Kapolsek Panakukkang Polrestabes Makassar Kompol Ananda Fauzi Harahap menjelaskan bahwa tertangkapnya keempat pelaku tersebut berawal dari Tim Resmob Polsek Panakukkang yang mendapat informasi dari salah seorang korban yang dibegal di Jl. Anggrek Makassar tepatnya di warkop 17.

Sang korban menjelaskan bahwa keempat pelaku begal tersebut sedang berada di salah satu kost di Jl. Daeng Tata. Tim Resmob Polsek Panakukkang sekira pukul 03.10 yang dipimpin oleh Dantim Bripka Zulqadri langsung menuju ke lokasi dan melakukan penggerebekan, alhasil keempat pelaku dan barang bukti yaitu satu buah sepeda motor diamankan ditempat kejadian.

Dari hasil interogasi, pelaku tersebut mengakui aksi kriminalnya dengan melakukan pencurian dengan kekerasan serta melakukan pengerusakan di Jl. Anggrek Raya tepatnya di Warkop 17.

“Keempat pelaku curas tersebut berhasil kami amankan, satu diantaranya merupakan DPO Polsek Panakukkang,” tutur Kapolsek.

Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja-remaja di Indonesia disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya pergaulan yang kebablasan, tekanan ekonomi, kepadatan lalu lintas, pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta mudahnya mendapatkan barang terlarang seperti narkotika dan psikotropika.

Faktor psikologis di kasus ini yaitu faktor yang timbul dari dalam diri anak-anak itu sendiri yang ingin bergaul dengan orang lain sampai-sampai kebablasan. Lalu dilihat dari Faktor ekonomis yaitu tekanan ekonomi yang di alami anak-anak itu yang mayoritasnya adalah dari keluarga yang mengalami kemiskinan. Lalu dilihat dari Faktor sosiologis yang mencakup tentang faktor sosial yaitu pertumbuhan penduduk yang tinggi yang menimbulkan kepadatan lalu lintas, sehingga hal ini dianggap menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan kejahatan.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Banyaknya kasus pencurian juga rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password