Kapolda Sumut, Putra Asli Papua Bermarga Batak Hadiri Natal Raja Sonang Sedunia

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sumut, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw menghadiri Perayaan Natal Parsadaan Pomparan Raja Sonang Sedunia 2017 pada hari Sabtu, 9 Desember 2017, pukul 19.00 WIB, bertempat di Aula FKIP Universitas HKBP Nomensen Jl. Sangnawaluh No.4 Kota Pematang Siantar.

IMG-20171210-WA0004

Perayaan Natal tersebut dihadiri oleh Ketua Raja Sonang Sedunia, Muh. Alboin Gultom, Ketua Umum Natal Parsadaan Pomparan Raja Sonang Sedunia 2017, Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan, Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Perwakilan Raja Sonang dari Amerika Serikat, Bp. Allen Pakpahan, Perwakilan Raja Sonang dari Filiphina, Ny. Harianja Br. Simbolon
, Perwakilan Raja Sonang dari Australia, Bp. Susanto serta para peserta dan undangan sekitat 2.000 Orang.
Sementara yang turut mendampingi Kapolda Sumut adalah pejabat utama antara lain Karo Rena, Dir Sabhara, Dir Lantas, Kabid Dokkes, Kapolres Pematang Siantar serta Kapolres Simalungun.

IMG-20171210-WA0002
Saat memasuki Gedung, Kapolda Sumut dan rombongan disambut dengan tarian Tor-tor Manomu-nomu
dan Koor Haleluya Na Bolon.
Dalam kata sambutan dari Ketua DPP Parsadaan Pomparan Raja Sonang Sedunia Alboin Gultom mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Sumut dan rombongan di acara Natal ini.
“Terimakasih kepada Bapak Kapolda dan rombongan yang telah berkenan datang ketempat ini menghadiri perayaan Natal Raja Sonang Sedunia,” ujarnya.
Parsadaan Raja Sonang Sedunia sendiri adalah perkumpulan beberapa marga adat Toba yang terdiri dari marga Gultom, marga Sidari, marga Pakpahan dan marga Sitinjak.
Sementara itu dalam sambutannya, Irjen Paulus, Jenderal kelahiran 25 Oktober 1963 di Fakfak, Papua Barat ini menyampaikan bahwa ia memiliki marga Pakpahan. Kapolda Sumut yang putra asli Papua tersebut ditabalkan bermarga Pakpahan karena istrinya Nyonya Roma Paulus Waterpauw adalah orang Batak boru Pasaribu. Kapolda juga mengenalkan diri dan latar belakang keluarganya. Kapolda juga sempat membuat gelak tawa ribuan hadirin lantaran ia lahir di daerah yang disebutnya tidak masuk dalam peta.
“Horas, Majuah-juah, Njuah-juah, Ahoi, Yahowu. Saya sampaikan kalau saya bermarga Pakpahan karena istri saya bermarga Pasaribu. Rumah saya di Jakarta, kampung saya di Fakfak Papua Barat gak masuk peta,” ujarnya disambut riuh gelak tawa.
Gelak tawa hadirin juga terdengar saat Kapolda Sumut terbata berbahasa Batak.
“Dihita sude namarsisanggapan, terutama kepada Pomparan Parsadaan Raja Sonang. Parsadaan artinya perkumpulan yang saling mendukung satu sama lain,” ucapnya.
“Puji syukur kita sampaikan kepada Yesus Kristus. Anugerahnya yang luar biasa dan pemeliharaannya yang selalu sempurna untuk kita sampai bisa mengadakan perayaan Natal Persadaan Pomparan Raja Sonang Sedunia 2017. Selaku pribadi, keluarga dan Kapolda Sumut mengucapkan Selamat Natal Pomoaran Raja Sonang Sedunia dan Tahun Baru 2018. Semoga Natal bisa meningkatkan persaudaraan selaku umat Yesus Kristus,” ungkapnya.
Kapolda menyampaikan, bentuk upaya menciptakan suasana harmonis masyarakat pihaknya telah membuat dialog antar umat beragama diikuti 6.000 masyarakat, dari Agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu. Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 Polda Sumut juga sudah siapkan 8.328 personel.
“300 pendeta kita sharing pengalaman terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru. Kami akan bersinergi dengan umat agama yang lain. Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 Polda Sumut juga sudah siapkan 8.328 personel,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut Kapolda Sumut juga diulosi oleh para tetua adat dari kumpulan marga Raja Sonang Sedunia.
Penulis : Rico
Editor : Alfian Nurnas
Publish : Rico

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password