Laka Lantas di Kota Kediri : Motor Oleng, Tubuh Terlindas, Tewas

Tribratanews.polri.go.id, Polreta Kediri.  Nasib malang menimpa Sujiono, 21, warga Desa Kaliberau, Kecamatan Bayunglencir, Kabupaten Musibanyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Karena tak bisa menjaga keseimbangan laju motornya, Sujiono oleng dan jatuh ke jalan. Kemudian dari arah berlawanan ada sepeda motor melaju cepat dan menabraknya.

Karena kejadian tersebut, Sujiono meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di Jalan Penanggungan, Kota Kediri, atau lebih tepatnya di depan SMAN 7 Kediri. Kejadian yang diduga tabrak lari ini terjadi Rabu (6/12) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kecelakaan bermula saat Sujiono, membonceng temannya Muflikhul Ali, 19, berjalan dari arah selatan ke utara Jalan Penanggungan.

Keduanya mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi (nopol) AG 3428 CI. Menurut Kanitlaka Satlantas Polresta Kediri Kota Ipda Wahyu Hariadi, Sujiono kemudian mengalami ketidakseimbangan (out of control). “Saat kejadian itu pengemudi oleng dan jatuh,” terang Wahyu.

Kemudian dari arah berlawanan atau dari utara ke selatan di waktu bersamaan, ada sepeda motor yang tak diketahui identitasnya melintas. Karena kecepatan kendaraan itu sangat cepat, sedangkan Sujiono dan Ali masih tersungkur di jalan, tabrakan pun tak dapat dihindarkan.

Sujiono mengalami luka parah di bagian kepalanya, karena tertabrak langsung dengan motor lawan. Akibatnya, Sujiono meninggal di tempat dengan kondisi bagian muka terluka parah hingga dapat dikatakan seperti hancur. Sementara itu sepeda motor yang menabrak sudah tak diketahui keberadaannya. Sedangkan Ali mengalami luka robek di dagu, lecet pipi kanan dan sakit di tenggorokan.

Petugas yang mendapat laporan kejadian kecelakaan langsung datang ke TKP untuk mengevakuasi korban. Jenazah Sujiono pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) Gambiran.

Begitu juga dengan Ali yang langsung dilarikan ke Gambiran untuk mendapatkan perawatan medis. Semnentara itu sepeda motor keduanya diamankan di Mako Satlantas Polresta Kediri guna barang bukti. “Kami masih tunggu kondisi saksi kunci (Ali) membaik, karena hingga hari ini (kemarin) belum bisa dimintai keterangan,” pungkas Wahyu.

 

 

Penulis      : Didik

Editor         : ALFIAN NURNAS

Publish      : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password