Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu, Resmob Polres Pinrang Tangkap Oknum Polisi

images-2-1

 

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Resmob Polres Pinrang berhasil membongkar sindikat pengedar uang palsu (Upal) di Kampung Bulu, Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Rabu (06/12/17).

Pengungkapan kasus ini berawal dari  informasi warga yang mulai curiga tentang adanya peredaran uang palsu yang diduga dilakukan oleh A. Pangurisang alias Cicang bersama rekannya, A Bangsawan.

Berangkat dari info tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Bangsawan dan Cicang.

Saat ditangkap petugas turut menyita beberapa barang bukti berupa satu lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu di dalam dompet milik A Pangurisang. Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku mengaku uang palsu itu diperoleh dari Andi Ismail sebanyak Rp 450 ribu.

Tidak hanya itu, Bangsawan juga mengaku sudah memberikan uang palsu kepada pelaku lain, yakni Andri Suardi alias Appi sebanyak Rp 300 ribu yang mana uang tersebut diduga berasal dari Aswar.

Salah satu pelaku, Appi, mengungkapkan bahwa Aswar merupakan oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Mamasa Polda Sulbar. Saat ditangkap Aswar, petugas juga menyita  satu unit penyerbuan digunakan mencetak uang palsu.

PicsArt_12-07-04.51.27

Dari keterangan pelaku, ia mengakui bahwa uang yang dibuatnya itu akan  diserahkan kepada temannya untuk dibelanjakan.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani melalui pesan whatsapp membenarkan penangkapan tersebut, ia mengatakan bahwa total uang palsu yang diamankan petugas sekitar Rp 750 ribu.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang setiap orang yang meniru rupiah, kecuali untuk tujuan pendidikan dan promosi dengan memberi kata “spesimen”.

Sedangkan apabila sengaja menirukan rupiah sanksi dipidana dengan pidana kurungan paling lama tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200 ratus juta.

Selain itu orang yang menyebarkan atau mengedarkan rupiah tiruan akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun. Pengedar uang palsu juga dituntut dengan pidana denda paling banyak Rp 200 ratus juta.

Tak hanya sanksi bagi penyebar uang palsu, setiap orang yang dengan sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara sebagaimana dimaksud dalam perundangan kata Dwi juga dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pidana dan denda diatas juga dikenakan kepada setiap orang yang membeli atau menjual rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan atau diubah bentuknya.

Bagi yang mengimpor atau mengekspor rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, atau diubah juga akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. Hukuman ini sama dengan setiap orang yang memalsu rupiah serta bagi yang menyimpan secara fisik rupiah tiruan dengan cara apa pun.

Hukuman berat dikenakan bagi setiap orang yang mengedarkan atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

Hukuman dan denda ini sama bagi yang membawa atau memasukkan rupiah palsu ke dalam atau ke luar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pidana penjara paling lama seumur hidup dan pidana denda paling banyak Rp 100 miliar juga akan dikenakan bagi
setiap orang yang terbukti mengimpor atau mengekspor rupiah palsu.

Hukuman ini juga setara dengan orang yang memproduksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan, atau mendistribusikan mesin, peralatan, alat cetak, pelat cetak atau alat produksi lainnya.

Hukuman ini juga berlaku bagi yang l memproduksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan, atau mendistribusikan bahan baku.

Dalam hal terpidana perseorangan tidak mampu membayar pidana denda, maka kata Dwi pidana denda diganti dengan pidana kurungan dengan ketentuan untuk setiap pidana denda sebesar Rp 100 juta diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan. Adapun lama pidana kurungan pengganti harus dicantumkan dalam putusan pengadilan.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password