Polsek Mamajang Bongkar Sindikat Penipuan Bermodus Hipnotis

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sebanyak lima orang pelaku tindak kejahatan penipuan, ditangkap oleh Polsek Mamajang, Polrestabes Makassar.  Selasa (5/12/17). Mereka menghipnotis korbannya sebelum membawa kabur harta benda.

Kapolsek Mamajang Kompol Christian Kadang membenarkan pihaknya telah menangkap lima pelaku penipuan dengan hipnotis.

“Benar, Polsek Mamajang telah menangkap pelaku kasus penipuan,” ucap Christian.

Kelima pelaku yakni Pr SH alias Ali (37), Pr Cr alias Tesia (35), Pr Ak alias Arna (50), Pr AM (24) dan lk LT alias Andi (37) dengan masing-masing perannya untuk mengelabui korban.

Pengungkapan kasus ini berawal atas laporan warga yang menjadi korban hipnotis di wilayah hukum Polsek Mamajang.

Adapun modus yang digunakan para pelaku adalah dengan  meminta tolong kepada korban untuk di antar ke rumah orang pintar yang bisa mengobati orang sakit, karena merasa prihatin korban langsung menyetujui.

Saat diperjalanan, pelaku meminta korban untuk kerumahnya mengambil beras, emas dan uang untuk menghindari musibah kematian yang akan datang kepada anak bungsu korban. Pelaku lalu menurunkan korban dilorong rumahnya untuk mengambil barang yang dimaksud tadi.

“Dalam melakukan aksinya, sebisa mungkin mereka mendapatkan barang sebanyak-banyaknya milik korban dengan cara di hipnotis”, ungkap Kapolsek.

Tidak lama menunggu didalam mobil, korban datang dengan membawa barang yang sudah dibungkus dengan koran, tambahnya.

Personil Polsek Mamajang yang mendatangi TKP langsung melakukan olah TKP dengan bantuan rekaman CCTV warga sekitar. Dari hasil rekaman CCTV diketahui kendaraan yang digunakan oleh pelaku.

Pukul 15.45 wita unit opsnal mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Kabupaten Maros dan anggota langsung menuju ke Maros untuk dilakukan pengembangan dan menemukan lima pelaku yang berada di sebuah hotel di Maros.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga kalung emas dengan total berat 17 gram, empat gelang emas seberat 21 gram, tujuh cincin emas seberat 14 gram, tiga mata kalung emas seberat 3 gram dan uang tunai sebesar Rp 4.700.000 (empat juta tujuh ratus ribu rupiah).

Kini, pelaku berada di Polsek Mamajang dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, guna pengembangan kasus ini.

“Pemeriksaan terus kami lakukan terhadap para pelaku, barangkali ada tempat kejadian lain. Tidak menutup kemungkinan,para pelaku pernah melakukan kejahatan yang sama di tempat lain,” pungkas Christian.

Dalam situs resmi metro.polri.go.id dijelaskan, hipnotis adalah salah satu metode kejahatan penipuan yang dipercaya menggunakan ilmu hitam atau sihir. Secara teknis, gendam atau hipnotis merupakan salah satu atau gabungan dari teknik shock induction, ericksonian hypnosis dan mind control (telepati, magnetism). Termasuk didalamnya metode hypnosis modern yang sudah dikenal di dunia barat.

Untuk mengantisipasi banyaknya korban yang terkena kejahatan penipuan seperti yang dilakukan Burhan alias Bur ini, polisi pun sudah mensiarkan tips-tips agar masyarakat dapat menghindari kejahatan hipnotis. Beberapa tips yang disarankan adalah:

1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan berpengaruh pada orang yang menolaknya. Seluruh proses hipnotis adalah proses self hypnosis (sugesti diri sendiri). Rasa tukut korban justru dimanfaatkan oleh pelaku hipnotis.

2. Curiga pada orang yang baru dikenal dan berusaha mendekati. Seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang sangat persuasif.

3. Waspada pada orang yang menepuk secara tiba-tiba. Selain itu ada baiknya menghindari percakapan yang mungkin terjadi. Ketika kita fokus pada ucapan seseorang, pada saat itulah sugesti sedang dilontarkan. karana itu penting untuk segeralah menjauh dari orang tersebut dan mengalihkan perhatian pada hal lain.

4. Menyibukan pikiran dan jangan membiarkannya kosong pada saat sedang sendirian ditempat umum. Pada saat pikiran kosong, alam bawah sadar terbuka sangat lebar dan mudah untuk disugesti.

5. Waspada pada rasa kantuk, mual, pusing, dan dada sesak yang datang tiba-tiba secara tidak wajar. Ada kemungkinan saat itu ada seseorang yang berusaha melakukan telepathic forcing. Dalam kondisi seperti ini disarankan untuk membuang seluruh energi negatif tersebut ke bumi. Caranya dengan cara berdoa menurut agama dan keyakinan yang dianut.

6. Selalu dampingi orang yang punya kebiasaan latah. Latah merupakan kebiasaan membuka bawah sadar untuk mengikuti perintah. Karena itu kebiasaan disarankan untuk dihilangkan.

7. Hati-hati pada beberapa orang yang tiba-tiba mengerumuni tanpa suatu hal yang jelas. Jika mengalami hal seperti ini disarankan untuk pergi ke tempat yang ramai atau melapor pada petugas keamanan. Pelaku hipnotis kerap melakukan aksinya secara berkelompok walau seolah-olah tidak saling mengenal.

8. Jika mulai merasa memasuki suatu kesadaran yang berbeda, dianjurkan untuk memerintahkan diri sendiri agar senatiasa terjaga dan normal kembali. Caranya dengan meyakinkan diri sendiri bahwa kita normal dan sadar sepenuhnya.

Penulis : Rosdiana

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password