Kasus Dugaan Penipuan Penggelapan, Polda Panggil Ketua DPW Apni Malut

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Penampungan Nikel Indonesia (Apni) Perwakilan Maluku Utara (Malut), yang juga Direktur Utama PT Adita di Halmahera Timur (Haltim), Burhanudin L. Djaelani akhirnya dilaporkan oleh Kapin Ngadimin dalam perkara penipuan dan penggelapan.

Direkur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Kombes Pol. Dian Harianto melalui Kasubdit I Ditreskrimum Polda Malut, AKBP Hengky Setiawan mengatakan, untuk kasus tersebut telah dinaikan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Bahkan menurut AKBP Hengky, dalam kasus tersebut, pihaknya masih akan melayangkan panggilan dengan status saksi terhadap, Ketua DPW Apini Burhanudin L. Djaelani untuk memeperjelas laporan yang masuk tersebut.

“Surat panggilan terhadap dia (Burhanudin) saya keluarkan hari ini untuk di periksa pada, Kamis (7/12/2017) besok,” ungkap Hengky.

AKBP Hengky juga menegaskan, dalam kasus ini sesuai dengan laporan yang masuk dari pihak pelapor, pelapor merasa di rugikan dalam perjanjian atau kesepakatan bersama untuk membuka perusahan tambang nikel.

“Kesepakatan itu, dalam pelaksanaaanya, si terlapor tidak membuat laporan pada pelapor, sehingga, status tambang yang mau dibuka oleh terlapor tidak dapat dibuka karena tumpak-tindik dan kemudian uang yang di berikan dari pelapor kepada terlapor tidak dikembalikan sehingga pelapor merasa dirugikan kurang lebih 2,3 Miliar Rupiah.” akunya.

Lanjut AKBP hengky, kasus ini sudah ditangani kurang lebih satu bulan, dan bahkan kasus tersebut kejadiannya terlah terjadi pada tahun 2012 lalu.” tuturnya.

“Untuk calon tersangka sementara sudah kita kantongi, namun untuk menetapkan dia sebagai tersangka, masih kita lakukan penyidikan lanjutan terhadap saksi-saksi yang memang dibutuhkan, dan kami juga masih mempelajari bukti-bukti yang diberikan terlapor maupun pelapor, jika itu semua sudah lengkap akan kita sampaikan ke media siapa tersangkanya.” janji Hengky.

AKBP Hengky kembali menegaskan, untuk pemanggilan dengan status saksi terhadap Burhanudin ini merupakan panggilan perdananya, jika panggilan pertama ini tidak digubris maka penyidik akan melayangkan surat penggilan ke dua, tapi jika kedua juga tidak hadir, maka akan kita limpahkan surat penggilan ketiga sekaligus penjemputan paksa.

“Untuk calon tersangka sendiri akan kita terapkan pasal penipuan dan penggelapan yakni pasal 372 dan 378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.” pungkas Hengky

Penulis             : Wanto Tftt

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password