Ratusan Petasan Daya Ledak Tinggi dari Manado, Disita Ditreskrimum Polda Malut

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Jelang perayaan Natal dan Tahun baru 2018 diwilayah Provinsi Maluku Utara (Malut), Kepolisian Daerah (Polda) Malut melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) mulai melakukan pengamanan di semua pintu masuk maupun beberapa lokasi yang di anggap rawan.

Dalam pengamanan itu, Ditreskrimum Polda Malut melalui Subdit 3 Jatanras, berhasil menyita kurang lebih 200 dus petasan berukuran jumbo dengan daya ledak tinggi, sedang hingga kecil.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirrerskrimum) Polda Malut, Kombes Pol Dian Harianto mengatakan, ratusan dus petasan yang di amankan ini, didatangkan dari Manado Sulawesi Utara (Sulut) menggunakam KM Verry yang bersandar di pelabuhan Verry Bastiong Ternate, Kecamatan Kota Ternate Selatan.

“Petasan ini kita sita kemarin, Sabtu (3/12) saat verry tujuan Manado-Ternate bersandar di palabuhan.” ungkapnya.

Direktur Krimum menambahkan, 200 dus petasan berukuran jumbo yang diamankan ini, rencananya akan dikirim ke Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) untuk dipasarkan pada perayaan natal dan tahun baru 2018.

“Ratusan petasan ini kita sita kerena tidak memiliki dokumen yang lengkap, dan ini merupakan bahan dasar peladak yang menggunakan sumbu.” tegasnya.

Kombes Pol Dian Harianto juga menegaskan, ratusan petasan berdaya ledak tinggi, sedang dan kecil yang diamankan ini, merupakan petasan yang sama jenisnya dengan kebakaran pabrik petasan di Tangerang Banten yang menewaskan kurang lebih 50 jiwa.

“Kita tidak mau ambil resiko, karena ini barang berbahaya yang bisa meledak sewaktu-waktu jika disimpan disuhu yang tidak sesuai.” tuturnya.

Perwira tiga bunga di Mapolda malut mengaku, selain mengamankan barang bukti berupa petasan, anggota juga mengamankan tiga terduga pelaku dan salah satunya merupakan pemilik petasan.

“Kalau mereka ada izin itu gak apa-apa, tapi kalau gak ada ijin seperti ini, dan kalau terjadi sesuatu siapa yang nanti bertanggung jawab,? karena ini juga masuk kategori bahan peledak.” tegasnya lagi.

Menurutnya, penyitaan 200 petasan ilegal yang dilaksakan ini untuk menjaga situasi dalam rangka pelaksanaan operasi lilin pada pertengah Desember 2017 nanti.

“Kita amankan petasan ini karena dalam kegiatan keagamaan nanti bisa lebih khusus dan tidak terganggu dengan adanya bunyi ledakan petasan maupun lainya.” tegasnya.

Bahkan menurut Kombes Pol Dian Harianto, untuk memastikan zat yang ada di dalam petasan tersebut, Senin besok, dirinya akan mengirimkan beberapa sampel petasan yang ada ke Labfor Makassar untuk di periksa.

“Untuk meyakinkan kecurigaan kita, beberapa dari petasan ini, kita akan cek di Labfor Makassar dan itu akan saya kirim pada hari Senin besok.” pungkasnya.

 

Penulis             : Wanto Tftt

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password