Bermodal Busur, Kedua Remaja Asal Makassar Ini Lancarkan Aksi Begalnya Dijalan

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim opsnal Reskrim Polsek Manggala berhasil meringkus dua pelaku curas (Pencurian dengan kekerasan) atau yang lebih dikenal dengan begal. Kedua pelaku berinisial MN alias Habibi dan NA alias Nanda ditangkap pada hari Jumat (1/12/17) dini hari.

Penangkapan dilakukan karena keduanya telah mencuri dan mengancam terhadap korban yang terjadi pada tanggal 21/11/17 dijalan Perumnas Raya depan Bank BTN Kec. Manggala.

Dengan kejadian itu korban melapor di Polsek Manggala dan ditindak lanjuti oleh unit opsnal reskrim Polsek Manggala dengan melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan keberadaan salah seorang pelaku yang bernama lk NA yang ditangkap dijalan Dg. Tata 3 Makassar.

Kapolsek Manggala Kompol Hasniati mengungkapkan pencurian tersebut terjadi pada saat korban turun dan memarkir sepeda motornya dipinggir jalan karena kunci rumahnya jatuh, dan sesaat setelah korban turun dari sepeda motornya tiba-tiba pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor langsung mengambil tas yang berada diatas sepeda motor korban sehingga korban berteriak dan mengejar pelaku namun salah seorang dari pelaku mengancam korban dengan menggunakan busur.

“Pelaku mempunyai busur dan mengancam korban saat mau mengambil tasnya yang berisi satu leptop, dua handphone dan sejumlah uang tunai”, ungkapnya.

Dengan tertangkapnya lk Nanda, selanjutnya unit opsnal melakukan pengembangan dan berhasil meringkus lk MN alias Habibi disebuah bengkel dijalan Muh. Tahir Makassar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku ditahan diruang tahanan Polsek Manggala untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, pengamat sosial khusus masalah kemiskinan, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password