JL Kena OTT, Ini Penjelasan Atasannya

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara menjelaskan penangkapan  JL  dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) kita tidak bisa berspekulasi, kita hanya menghargai proses hukum.

“ Jadi kalau kita lihat dari sisi undang-undang ASN terus ada jeratan-jeratan yang kena, apa boleh buat karena ini fakta.” tutur Umar Sangaji.

Menurutnya, saat ini pihaknya menunggu proses hukum, tetapi secara pribadi saya prihatin, saya juga kaget kok, saya tidak menyangka bisa jadi begitu, namun kita juga sangat menghargai institusi penegak hokum.” ungkap Umar.

Umar menjelaskan idealnya dalam setiap perintah tugas, itu tim dibagi per wilayah misalnya ternate berapa orang.

“Jadi tidak serta merta secara personal. Kenapa, karena pengawas itu tidak mungkin menguasai, satu orang apalagi. Karena namanya manusia ada unsur khilaf, sehingga kalau lebih dari satu orang bisa saling mengingatkan, ini mengacu pada undang-undang, karena pada sebuah perusahan atau perhotelan terus ada lift, eskalator itu kan ada regulasinya tidak sembarangan harus digerakkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan kemarin adanya PHK dan gerakan-gerakan karyawan pada salah satu perusahaan tambang di Maluku Utara. Namun itu saya turunkan tim, kelebihannya kerja tim itu dalam tujuan pekerjaannya bisa saling memberikan masukan dan pertimbangan-pertimbangan.

“Ini kan kita tidak bisa analisa pribadi, harus sesuai regulasi, nah yang saya tanya kemarin, setelah mendengar informasi paginya. Saya perintahkan kepala bidang, kepala seksi dan satu staf untuk kroscek kebenarannya, apakah benar? setelah mereka laporkan itu betul, ternyata apa yang disampaikan oleh media tentang OTT itu benar,” bebernya.

Menyangkut dengan persoalannya dia (JL) turun ke TKP, apakah ada perintah dan surat tugas, kalau pun ada surat tugas siapa yang tanda tangan?. Kalau begini menjadi bahan evaluasi untuk semua, terutama pengawas internal tenaga kerja, sehingga jangan sampai bermain mata dengan masalah-masalah seperti itu, Kita juga harus menghargai atas upaya-upaya untuk membersihkan praktik-praktik seperti itu, karena cara begitu menjadi modus-modus yang tidak terpuji,” semprotnya.

Tak hanya itu, ia juga mengakui  JL aktif pada dinas Nakertrans Malut baru pada bulan Oktober.

“Kalau bicara selama ini, setelah undang-undang 23 ini pegawai pengawas tenaga kerja pindah ke provinsi kan belum lama, oktober 2016 telah pindah, baru saya dapati ini, mungkin ada yang lain juga. Namun apa yang disampaikan tidak melalui mekanisme atau surat.” tandasnya.

Umar menambahkan saya cuma dengar-dengar saja, tapi tidak pernah ada satu fakta, jadi tidak bisa kan menjastis seseorang tanpa pada suatu fakta, janga sampai ada opini mencederai nama baik dan prestasi seseorang, jangan sampai dinilai adanya unsur ketidaksenangan. sebab  ini merupakan suatu OTT, walaupun sudah suatu fakta, tapi kita tidak bisa berspekulasi, kita serahkan saja pada proses hukum, cecarnya.

Meski begitu, pihaknya memberikan apresiasi terhadap penegak hukum terhadap pemberantasan praktik-praktik pungutan liar.

“ Saya juga secara pribadi dan institusi memberikan apresiasi kepada institusi Polda Malut dan jajaran kepolisian sehingga tidak lagi menimbulkan pelaku-pelaku lain lagi.  Dia (JL) penyidik tenaga kerja, setelah diberlakukannya UU Nomor 23 secara total penyidik dan pengawas sudah ditarik ke Propinsi.” paparnya.

Selain itu, pihaknya tetap melakukan pembinaan kepada anak buahnya.

“ Saya sampaikan agar jangan main mata, kalau bila kedapatan tanpa ada satu perintah makan akan diproses secara hukum, kalau ada perintah tugas institusi harus bertanggung jawab.” tegasnya.

Harapan saya kepada penyedia jasa baik perusahaan kecil maupun menengah, kalau ada pengawas melakukan praktek-praktek seperti ini agar tolong disampaikan, sehingga kita meminimalisir bahkan kita menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Karena itu saya sangat memberikan apresiasi kepada penegak hukum, kalau pun ada perusahaan-perushaan yang merasa adanya modus tertentu segera menyampaikan.” harapnya.

Penulis             : Wanto Tftt

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password