Polisi Serahkan Tersangka Dugaan Penyaluran Dana Bansos TA 2013 Ke Kejari Merauke

Tribratanews.polri.go.id, Polres Mappi.– penyerahan Tersangka dan Barang Bukti atas dugaan tipikor dlm penyaluran dana bansos TA 2013 an.  Tsk G.K oleh penyidik Tipikor Polres Mappi ke Kejaksaan Negeri Merauke, Sabtu, (02/12/2017).

Kepala Kepolisian Resor Mappi melalui Kasat Reskrim IPDA Roy Suganda Putra Sinurat, STK “menerangkan”  bahwa dugaan tipikor dalam penyalahgunaan penyaluran dana bansos TA 2013 berdasarkan surat kepala kejaksaan Negeri Merauke no: B-855/T.1.15/Fd.1/08/2017 tgl 18 agustus 2017 (P-21),Penyidik Polres Mappi dan tim menyerahkan tersangka kepada pihak penyidik kejaksaan pada tgl 29 november 2017,

Dalam penyerahan tim penyidik Polres Mappi sebelumnya melakukan pemeriksaan kesehatan,tersangka yang saat itu di dampingi oleh penasehat hukumnya Efraim fanghoy dan tim,melakukan pengecekan barang bukti dan menandatangani berita acara penyerahan serta melakukan beberapa pertanyaan oleh pihak penyidik kejaksaan,sekaligus tersangka membuat pernyataan bahwa siap dilakukan penahanan dalam kasus tersebut.

Selanjutnya penyidik kejaksaan dan penyidik polres Mappi membawa tsk ke Lapas kelas 2b Merauke,  untuk di lakukan penahanan selanjutnya akan dilimpahkan kembali ke Pengadilan Tipikor Jayapura pada hari selasa 5 desember 2017 untuk dilakukan sidang perdana kasus Tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab Mappi.” terang Kasat Reskrim”

Tak hanya di situ saja Kasat Reskrim yang biasa di panggil IPDA Roy Sinurat “menambahkan” Kerjasama Serta Komitmen dalam penanganan tindak pidana korupsi ini antara penyidik Polres Mappi dan Kejaksaan negeri Merauke membuahkan Hasil yang sangat memuaskan,

pasalnya” perjalanan kasus Tipikor yang melibatkan salah satu Pejabat di Pemkab Mappi ini sangat panjang terhitung dari tahun 2013 sampai akhir 2017,dimana Tim Penyidik Tipikor Polres Mappi berupaya dengan keras dalam pengungkapan Kasus tersebut,pada tahun 2013 bulan desember Pemkab Mappi melakukan penyaluran dana Bansos  dengan nilai anggaran 26 milyar,  namun dalam penyaluran dana tersebut terdapat penyimpanan Dana dimana Penyidik menemukan nilai kerugian negara sebesar 10 Milyar lebih dimana penyaluran dana tersebut ada yg tdk sesuai peruntukkannya dan dibuat nama penerima fiktif,Sehingga Tim Penyidik berusaha keras dalam pengungkapan kasus tersebut karena 10 milyar lebih itu di peruntukkan kepada masyarakat tetapi tidak di realisasikan sesuai program,”tambah Kasat Reskrim IPDA Roy Sinurat.

Penulis : novi

Editor    : Alfian Nur

Publish : Vickhy Merani

Admin Polri54628 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password