Tiga Tersangka Pencurian di PLTU Bawasalo Barru Akhirnya Diserahkan ke JPU

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Unit Reskrim Polsek Balusu Polres Barru menyerahkan 3 orang tersangka kasus pencurian dan barang bukti (tahap II) kepada jaksa penuntut umum Kejari Barru setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, Rabu (29/11/17).

Para tersangka yakni EA (20), SF (29) dan RS (20) dan barang bukti berupa 1 unit mesin genset, 1 unit mesin pompa air dan 1 buah kunci inggris diserahkan langsung oleh Kapolsek Balusu Ipda Amin ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Barru dimana para tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP.

“Telah dilakukan tahap II terhadap 3 orang tersangka kasus pencurian dan barang bukti berupa 1 unit mesin genset, 1 unit mesin pompa air dan 1 buah kunci inggris kasus pencurian di PLTU Bawasalo Barru setelah Kajari Barru menyatakan bahwa berkas perkara lengkap (p21) dan diantarkan langsung oleh Kapolsek Balusu Ipda Amin,” imbuh Burhaman Kapolres Barru.

Sebagaimana diketahui bahwa ketiga pelaku melakukan pencurian berupa 1 unit mesin genset dan 1 unit mesin pompa air di PLTU Bawasalo Barru pada tanggal 1 Oktober 2017 dengan cara merusak pintu pagar dan masuk kedalam ruangan pavin block kemudian melancarkan aksinya melakukan pencurian.

Ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain. Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan an melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password