Sembunyikan Sabu dalam Bungkus Rokok, Pemuda Asal Gowa Ditangkap Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satnarkoba Polres Takalar dipimpin oleh Kasat Narkoba AKP Andis Anshori berhasil mengamankan seorang pemuda yang diduga pemakai dan pengedar narkoba, Selasa (28/11/17).

Eko Aprianto Alias Po’ro (22), warga Kelurahan Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, diamankan Satnarkoba Polres Takalar di Jalan Poros Gowa-Takalar, Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara karena membawa dua sachet paket shabu.

Sabu tersebut dia simpan dalam pembungkus rokok, selain itu petugas juga menyita dua buah dompet, satu buah hp merek Samsung, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp.150.000 dab satu unit motor.

“Pelaku ini merupakan target operasi (TO) Satnarkoba Polres Takalar,” Kasat Narkoba AKP Andis Anshori.

Upaya mengungkap kasus peredaran narkoba oleh jajaran Polres Takalar merupakan upaya Polri dalam menindak tegas siapapun yang terlibat terhadap penguasaan barang haram tersebut. Upaya Polri mencegah peredaran narkoba ditempuh dengan upaya Pre-emtif dan Pre-ventif.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

Publish : Bara

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password