Begal Seorang Wanita, Dua Remaja di Makassar Diamankan Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Resmob Polsek Panakkukang berhasil meringkus dua orang residivis begal (pencurian dengan kekerasan) di Jalan Dirgantara Kampung Rama Makassar.

Lelaki FDS (21) warga Jalan Angkasa Kota Makassar dan HR (21) warga Jalan Pettarani kota Makassar diamankan oleh Resmob Polsek Panakkukang, Selasa (28/11/17) sekitar pukul 18.00 wita.

Artikel, Begal Seorang Wanita, Dua Remaja di Makassar Diamankan Polisi

Kedua pelaku diamankan berawal saat anggota Unit Resmob Panakukkang melakukan patroli diwilayah Polsek Panakukkang mendapatkan informasi dari pelapor, telah terjadi pencurian di Jalan Racing centre di depan rumah Makan Ulu Juku, Resmob Panakkukan langsung mendatangi TKP.

Pada waktu kejadian, pelaku sempat dikejar oleh warga, saat anggota Resmob tiba di TKP langsung meringkus ke dua pelaku dan diamankan ke Polsek Panakukkang guna proses hukum lebih lanjut.

Kasubbag Humas Polrestabes Makassar AKP La Ode Idris mengatakan, korbannya seorang perempuan yang tinggal di Jalan Racing Sinrijala Kota Makassar.

AKP La Ode Idris mengatakan, lelaki HR mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan yang berperan sebagai eksekutor dan mengancam menggunakan sebuah pisau terhadap korban.

“HR merupakan residivis yang baru keluar 4 hari yang lalu dari Rutan dengan Kasus yang sama,” kata La Ode Idris.

Lanjut La Ode Idris, lelaki FDS melakukan pencurian dengan kekerasan yang berperan sebagai Joki sepeda motor.

Pada saat anggota Resmob Panakkukan melakukan pengembangan dengan membawa lelaki HR namun saat di perjalanan pelaku berusaha melakukan perlawanan dengan cara memberontak dan melarikan diri dengan lompat dari kendaraan.

Petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali namun tidak dihiraukan akhirnya petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kea rah kaki kanan pelaku.

Selanjutnya pelaku diamankan dan dilarikan ke RS Bayangkara guna untuk mendapat perawatan medis.

Selain pelaku Resmob juga mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau (alat yang digunakan untuk mengancam korban), satu unit HP Iphone 5s warna Putih milik korban, dan satu buah Tas warna Hitam yang berisi surat2 penting milik Korban. Hingga saat ini kedua pelaku diamankan di Polsek Panakkukang untuk proses hokum lebih lanjut.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password