Respon Cepat Bhabinkamtibmas Antar Kakek Caddin yang Sakit Stroke ke Klinik

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sosok Bhabinkamtibmas sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat dimanapun keberadaannya selalu bermanfaat bagi orang lain, seperti yang dilakukan Bripka Sulaeman Bhabinkamtibmas Polsek Bonto Bahari yang membantu menolong warga yang sedang sakit hendak berobat ke Klinik As Sifa di Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Selasa (28/11/17).

Pada saat Bripka Sulaeman melakukan kunjungan kerumah-rumah ke warga Kelurahan Tanah Beru ia mendapati salah satu warga binaannya bernama Caddin (60) yang sakit dan mengalami kesulitan transportasi ketika hendak berobat.

Dengan sigap Bripka Sulaeman mengambil kendaraan dan mengangkat warganya yang sakit stroke dan tidak bisa jalan menuju ke Klinik As Sifa yang berjarak kurang lebih 30 Km dari rumah Bapak Caddin.

“Hal tersebut sesuai dengan arahan yang disampaikan Kapolres Bulukumba Akbp M Anggi Naulifar Siregar bahwa Bhabinkamtibmas harus selalu hadir ditengah-tengah masyarakat dan berbuat yang terbaik untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkas Bripka Sulaeman.

Apa yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bonto Bahari yang menolong warga yang hendak berobat ke Rumah Sakit merupakan salah satu upaya yang dapat menumbuhkan empati masyarakat terhadap keberadaan Polri.

Dalam rangka membangun empati antara Polri dan masyarakat, perlu dipahami kedua kemampuan ini yakni kemampuan saling mempercayai dan kemampuan empati. Empati adalah kunci membina kepercayaan dari masyarakat. Rasa percaya atau trust relevan sekali dalam kondisi sosial tertentu.

Dalam kehidupan masyarakat, Polisi memainkan banyak peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Mengatur lalu lintas, menegakkan hukum, menyidik perkara, memelihara keamanan dan ketertiban, dan melindungi keselamatan warga negara adalah sebagian dari tugas polisi. Istilah yang sering digunakan adalah melayani, melindungi, dan mengayomi.

Walaupun peran polisi sangat banyak, atau karena peran polisi sangat banyak, pengetahuan masyarakat mengenai polisi, motif polisi, dan tanggapan atau respons polisi, sangat terbatas. Ada ketidaktahuan dan ketidakpastian di masyarakat luas mengenai kinerja polisi.

Pada saat yang sama, dengan peran yang banyak tersebut, yang disertai dengan kewenangan yang dimiliki polisi berdasarkan konstitusi dan undang-undang, polisi memiliki peluang dan kesempatan untuk mengecewakan harapan-harapan masyarakat. Anggota Polri ada yang melakukan korupsi, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang lainnnya.

Supaya kepercayan pulih, Polri bisa mengembangkan norma dan kode etik yang mewajibkan anggota supaya tidak mengkhianati warga masyarakat yang memercayainya.

Jika warga masyarakat bertemu dengan banyak polisi yang jujur, dan hanya sesekali mendapatkan polisi yang tak jujur, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat. Selanjutnya, polisi akan memiliki reputasi atau nama baik. Kalau institusi Polri memiliki reputasi dan nama baik, anggota polisi akan merasa berkepentingan menjaga reputasi dan nama baik polisi di mata warganegara. Pada gilirannya pula, masyarakat akan semakin mempercayai polisi.

Polisi yang memiliki empati tinggi memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang lebih tinggi juga. Karena polisi berusaha memahami dan peduli dengan kebutuhan, kepentingan, dan keprihatinan masyarakat, maka polisi memiliki bekal informasi dan pengetahuan yang diperlukan supaya profesinya dapat dijalankan lebih baik.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password