Krisis Pelayanan Data

IMG-20171128-WA0002

Catatan : Chyrisnanda DL
Tribratanews.polri.go.id – Jakarta, Data merupakan sumber daya yang sering dilupakan atau bahkan dianggap sebagai pelengkap penderita semata.
Data sebenarnya merupakan kekuatan dalam menguasai wilayan bahkan untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi. Dari data yang dianalisa dapat dibuat prediksi antisipasinya serta berbagai pemecahanya. Sumber pelayanan data semestinya merupakan sumber data akurat valid dan terpercaya. Tatkala sumber data yang bermacam-macam tidak di satukan untuk sistem pelayanan data maka isinyapun akan berbeda satu sama lainya. Penyatuan data dari berbagai sumber tatkala tidak dianalisa sama aja masuk sampah keluar sampah. Pada sistem pelayanan data inilah yang dipentingkan  hasil dari data yang sudah dianalisa.
Sistem analisa data ini menjadi sangat penting yang akan menunjukkan potret, profil hingga index dari sesuatu. Hasil analisa data ini merupakan suatu keunggulan yang sering diabaikan dan dikalahkan dengan berbagai kebijakan yang bersifat lisan. Pekerjaan perkerjaan menganalisa dianggap sebagi pekerjaan seremonial atau sebagai pencatat dan pelengkap penderita saja. Sistem-sistem laporanpun sebagai sumber data tidak dilakukan sistem atau dengan model yang komprehensif, tatkala dibutuhkan data yang dikeluarkan berbeda satu dengan lainya. Laporan-laporan yang adapun dari berbagai sumber pada semua lini sering dianggap bagian kegiatan rutin yang biasa saja dan apa yang dilaporkan ditumpuk dibuka saat ada supervisi ataupun audit. Tingkat kesadaran akan data sangat rendah bahkan masa bodoh. Data yang sudah ada sebatas di copy paste tanpa ada bobot dan analisanya. Lagi-lagi kesadaran akan data menjadi lemah dan berkualitas rendah. Ini semua bermula pada sistem pendidikan dan bermuara pada political will yang tidak memihak dan mementingkan data.
Langkah – langkah mengatasi krisis pelayanan data antara lain :
1. Political will untuk membangun one gate service yang berbasis IT. Yaitu adanya sistem-sistem back office aplication dan network untuk menginput, mwnganalisa dan menghasilkan produk-produk pelayanan data.
2. Kebijakan-kebijakan yang diambil berbasis pada analisa data yang digunakan sebagai kajian atau sistem-sistem untuk penanganan di dalam birokrasi maupun dalam pelayanan masyarakat.
3. Sistem inputing data walau bermacam macam namun prinsip prinsip pengkategorianya sama
4. Sistem analisanya merupakan model konstruksi atau membuat rancang bangun berpikir model atau berpikir konseptual dan teoritikal. Sehingga produk analisa data mampu melihat masa lalu masa kini maupun masa yang akan datang.
5. Petugas-petugas pada bagian pelayanan data merupakan orang-orang terpilih dan berkualitas yang mencintai dan bangga akan pekerjaanya.
6. Laporan analisa data disajikan dalam berbagai pola dari statistik hingga gambar yang menarik dan mudah dipahami.
7. Kesadaran akan penting nya data dan analisa data yang ditanamkan sebagai core value dan penilaian kinerja.
Tanpa data ibarat tanpa indera apa yang ada menjadi serba kira kira asumsi dan dugaan atau bahkan bisa menjadi fitnah. Fakta yang disajikan dengan data menjadi suatu kekuatan dan bahkan sumber daya yang terpercaya. Yang mampu digunakan untuk memprediksi mengantisipasi hingga memberikan solusi.(*)
Editor : Alfian Nurnas
Publish : Alam

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password