Cinta Tidak Direstui, Bayi Dalam Kandung Jadi Korban

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku Utara, Kasus pembunuhan Bidan Afifah A, Rahman beberapa bulan lalu sempat menghebohkan warga. Kali ini warga Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan juga kembali digegarkan dengan kasus aborsi yang dilakukan seorang remaja berinisial ED (19) warga RT 04 RW 02 Akemam Kelurahan Dowora.

ED yang diketahui berprofesi sebagai mahasiswi di salah satu Universitas ternama di Maluku Utara. Ia diduga melakukan tindakan tidak manusiawi terhadap janin tak berdosa yang dikandungnya. Akibat hubungan gelap bersama pacarnya berinisial MA (20). Pasalnya, tersangka ED usai melakukan aborsi di dalam rumah orang tuanya, kemudian janin tersebut di kubur samping kanan masjid Al-Muhlisin Kelurahan Dowora.

Kasus ini terbongkar, setelah dilaporkan MA ke Polres Kota Tidore Kepulauan. Menurut keterangan yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Tidore, AKP Naim Ishak, SIK bahwa kasus aborsi ini dilaporkan pacar pelaku inisial MA pada Minggu (26/11/2017) sore kemarin.

“Dia (MA) datang lapor di Polres, minggu sore kemarin saat itu yang bersangkutan tidak memakai baju dan dalam kondisi yang kurang memungkinkan (diduga mabuk). Makanya kami tunggu sampai malam baru meminta keterangan pelapor,” kata Kasat

Setelah memperoleh keterangan dari pelapor, kemudian pada Senin (27/11) pagi, pihaknya kemudian menjemput ED di kediamannya dan membawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

“Berdasarkan informasi dari pelapor dan pelaku, kami kemudian menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP,” tuturnya.

Dari keterangan dan hasil olah TKP, janin yang diketahui dibungkus dengan kain putih dan di kubur di belakang warung tepat di depan rumah orang tuanya itu, kondisinya sudah hancur dan hanya menyisahkan tulang belulang.

“Janin laki-laki berusia 6 bulan ini diketahui dari gambar yang dikirim oleh pelapor saat memberikan laporannya. Dan olah TKP yang dilakukan tim Reskrim maupun PPA Polres Tidore pagi tadi, didapati janinnya sudah hancur. Sebab telah di kubur sejak tanggal 21 Oktober 2017 (bulan kemarin),” ujar Kasat.

Sementara motif dilapornya pelaku aborsi ke pihak Kepolisian karena cintanya tidak direstui oleh orang tua pelaku.

“Motif sementara yang bersangkutan melapor karena cintanya tidak direstui orang tua dari pelaku. Padahal saat si pelaku hamil, pelapor sendiri siap bertanggung jawab namun tidak direstui,” jelas Kasat.

Menurut pelapor, awalnya ED menyuruh dirinya (MA) pacarnya untuk datang ke rumah ED agar melihat anaknya.

“Pas datang, kata MA, keadaan rumah lagi sepi, hanya ada dua orang adiknya. Saat itu dia sudah menaruh janin diatas meja ruang televisi. Dirinya kemudian mendokumentasikan gambar, lalu yang bersangkutan pergi dan tidak tahu pasti dimana janin tersebut di kuburkan,” kata Kasat menjelaskan penyampaian si pelapor.

Kasat juga menyampaikan bahwa, dari pemeriksaan pelaku, katanya janin yang ia gugurkan itu sempat ia ceritakan kepada teman-teman dekatnya.

“Makanya untuk pengembangan kasus ini, kami akan panggil semua saksi, termasuk orang tuanya, dan teman dekat pelaku. Dan apabila terbukti pidana penjara maksimal 10 tahun bagi yang paksa menggugurkan dan minimal 4 tahun itu yang tidak paksa,” Tutup kasat.

Penulis             : Wanto Tftt

Editor              : Alfian Nur

Publish            : Mandala

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password