Polrestabes Makassar Rilis Penangkapan 8 Pelaku Narkoba di 6 Lokasi Berbeda

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar merilis hasil Operasi Bersinar Lipu tahun 2017 hari ke-13 di Aula Mappaodang Polrestabes Makassar, Senin (27/11/17).

Kompol Diari Astetika yang memimpin rilis mengungkapkan bahwa Satuan Reserse Narkoba sejak hari kamis tanggal 23 Nopember 2017 telah berhasil mengungkap di 6 TKP dengan jumlah tersangka 8 orang yang berhasil di ringkus terkait dengan sindikat dan jaringan Narkoba.

Selama lima hari ada 8 lelaki tersangka yang berhasil diamankan yakni CA (18), MA (27),SA,HT,AR, DS,AR(27) kemudian SD (25)  merupakan residivis sedangkan lelaki AJ yang masih DPO.

“Ada yang kami temukan dilapangan, ada pula informasi masyarakat dan hasil temuan personil patmor sabhara polrestabes Makassar  saat patroli,” ungkap Diari.

Kompol Diari Astetika menambahkan barang bukti yang berhasil diamankan kurang lebih 50 gram sabu dari tersangka lelaki  HT dan untuk jaringan Jenoponto 20 gram sabu.

Kompol Diari Astetika juga menjelaskan bahwa menjelang akhir tahun  Polrestabes Makassar akan gencar memerangi narkoba dengan Sosialisasi penyuluhan ke sekolah dan berbagai kalangan dan akan terus meningkatkan giat Kepolisian untuk memerangi peredaran Narkoba.

Upaya mengungkap kasus peredaran narkoba oleh jajaran Polrestabes Makassar merupakan upaya Polri dalam menindak tegas siapapun yang terlibat terhadap penguasaan barang haram tersebut. Upaya Polri mencegah peredaran narkoba ditempuh dengan upaya Pre-emtif dan Pre-ventif.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password