Aparat Polsek Tamalanrea Ringkus Dua Pelaku Curat yang Masih Berstatus Pelajar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Aparat Polsek Tamalanrea berhasil meringkus dua remaja yang diduga sindikat pelaku curat (pencurian dengan pemberatan), Minggu (26/11/17).

Sekira pukul 22.00 wita, tim Polsek Tamalanrea mendapat laporan dari salah satu korban berinisial RD (18), sehingga tim Polsek Tamalanrea melakukan pengintaian terhadap kedua remaja tersebut yang tergolong residivis curat.

Tim Polsek Tamalanrea melakukan penangkapan kepada kedua remaja tersebut dan berhasil mengamankan kedua remaja tersebut di depan pintu satu Unhas.

Kedua pelaku curas itu masing-masing TF (17) dan AS (16). Keduanya masih berstatus pelajar dan warga belakang kampus Univ. Cokrominoto kelurahan Tamalanrea Makassar.

Kapolsek Tamalanrea Kompol H. Syamsul Bahtiar mengatakan bahwa para pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari salah satu korban yang merupakan korban pencurian dari kedua pelaku.

Dari hasil interogasi kedua pelaku tersebut mengatakan bahwa benar dirinya telah melakukan pencurian terhadap RD (18) didepan fakultas hukum Unhas Makassar dan pelaku mengakui memiliki peran saat beraksi yang layaknya sebagai pelaku professional dengan memiliki peran masing – masing.

AS (16) sebagai eksekutor dan TF (16) berperan sebagai joki yang merupakan residivis kasus curat yang baru seminggu menghirup udara bebas.

“Kami mengamankan beberapa barang bukti berupa satu unit sepeda motor fino hitam dan satu buah hp merk Samsung warna gold dari tangan kedua pelaku,” ujar Katim Polsek Tamalanrea.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lainnya sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial.

Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Rosdiana

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password