Kejar Petugas dengan Badik, DPO Kasus Narkoba Didor

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Personil Gabungan Polres Bulukumba berhasil menangkap Adil Jaenuddin Alias Abu yang merupakan DPO Kejari Bulukumba.

Adil Jaenuddin merupakan tersangka dalam kasus Narkoba yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bulukumba dan sudah menjadi tahanan Kejari Bulukumba tetapi melarikan diri.

Adil Jaenuddin di tangkap di rumahnya Dusun Polewali, Desa Bijawang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (25/11/17).

Setelah melakukan penyelidikan personil gabungan yang terdiri dari Sat Narkoba, Sat Intelkam dan Sie Propam Polres Bulukumba dibawah Pimpinan Kasat Narkoba Akp Rujianto Dwi Poernomo melakukan penangkapan serta penggeledahan rumah milik Adil Jaenuddin.

Namun pada saat dilakukan penggeledahan terhadap seluruh ruangan serta kamar, Adil Jaenuddin melompat dari jendela kamar dengan memegang sebilah badik (Senjata tajam suku Bugis Makassar) sambil menikam kearah petugas dan berlari kearah belakang rumahnya maka dilakukan tembakan peringatan keatas udara sebanyal 3 (Tiga) kali akan tetapi tidak Adil Jaenuddin tidak mengindahkannya.

Bahkan ia tetap berlari dan tetap mengacungkan sebilah badik tersebut kearah petugas, karena dianggap mengancam keselamatan jiwa petugas maka dilakukanlah tindakan tegas terukur yakni dengan dilakukan tembakan untuk melumpuhkan tersangka dan selanjutnya kerumah Sakit Umum Daerah Bulukumba untuk mendapatkan perawatan.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni sebilah badik dengan gagang terbuat dari kayu warna coklat yang dilapisi isolasi warna hitam dengan panjang kurang lebih 25 Cm.

Fenomena penyalahgunaan narkoba saat ini memang sudah sangat meresahkan, menurut data BNN, setiap hari, 40 orang meninggal dunia di negeri ini akibat over dosis narkoba. Angka ini bukanlah jumlah yang sebenarnya dari penyalahguna narkoba. Angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar.

Miris memang, setiap tahun jumlah penyalahguna narkoba justru terus bertambah, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al Fatawa, 34: 204).

Dalil-dalil yang mendukung haramnya narkoba:

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif.

Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisa’: 29).

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya” (HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109).

Hadits ini menunjukkan akan ancaman yang amat keras bagi orang yang menyebabkan dirinya sendiri binasa. Mengkonsumsi narkoba tentu menjadi sebab yang bisa mengantarkan pada kebinasaan karena narkoba hampir sama halnya dengan racun. Sehingga hadits ini pun bisa menjadi dalil haramnya narkoba.

Kelima: Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak boleh memberikan dampak bahaya, tidak boleh memberikan dampak bahaya” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan narkoba termasuk dalam larangan ini.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password