Sembunyikan Sabu Diikat Rambut, Seorang Ibu Rumah Tangga di Maros Diciduk Polisi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) atas nama Haerani (38) diciduk satuan reserse Narkoba Polres Maros karena membawa dan memiliki 4 saset narkotika jenis shabu, Rabu (22/11/17).

Satuan Reserse narkoba Polres maros yang di pimpin oleh Kasat Narkoba Akp Noorman Haryanto Sik mengamankan haerani di salah satu hotel di kab. Maros yang mana pada saat ditangkap Haerani menyembunyikan shabu tersebut di pengikat rambutnya.

Dari pengangkapan ini, Satuan Reserse narkoba Polres Maros kemudian mengamankan 3 pelaku lainnya masing masing A (35), Km (40) dan Ha (38).

Akp Noorman Haryanto yang dikonfirmasi tim Tribratanews membenarkan penangkapan tersebut, “Yang bersangkutan kami amankan disebuah kamar disalah satu hotel di Kab. Maros, dari tersangka kami menemukan 4 saset shabu yang siap edar,” kata Noorman.

“Untuk sementara pelaku dan barang bukti kami amankan ke Mapolres Maros untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.

Upaya mengungkap kasus peredaran narkoba oleh jajaran Polres Maros merupakan upaya Polri dalam menindak tegas siapapun yang terlibat terhadap penguasaan barang haram tersebut. Upaya Polri mencegah peredaran narkoba ditempuh dengan upaya Pre-emtif dan Pre-ventif.

Menurut M. Kemal Darmawan dalam bukunya yang berjudul “Strategi Kepolisian Dalam Pencegahan Kejahatan”, definisi dari Pre-emtif adalah kebijakan yang melihat akar masalah utama penyebab terjadinya kejahatan melalui pendekatan sosial, pendekatan situasional dan pendekatan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan (faktor korelatif kriminogen).

Preventif sebagai upaya pencegahan atas timbulnya ambang gangguan (police hazard), agar tidak berlanjut menjadi gangguan nyata/ancaman faktual (crime). Sehingga dalam hal ini dapat didefenisikan bahwa tindakan Preemtif (Pembinaan) merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Tindakan Polri ini dilakukan dengan melihat akar masalah penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan melalui pendekatan sosial, situasional dan kemasyarakatan untuk menghilangkan unsur potensi gangguan.

Tindakan preemtif yang dilakukan Polri dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba yaitu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan cara sosialisasi, penyuluhan dan audiensi tentang bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini untuk antisipasi dan pencegahan dini melalui kegiatan-kegiatan edukatif dengan tujuan menghilangkan potensi penyalahgunaan narkoba (faktor peluang) dan pendorong terkontaminasinya seseorang menjadi pengguna.

Preventif (Pencegahan) Anggota-anggota Kepolisian diterjunkan langsung ke wilayah-wilayah yang mencurigakan dijadikan tempat penampungan, penyimpanan, dan peredaran narkotika. Polisi juga mengadakan razia untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan bahkan penangkapan terhadap orang-orang yang diduga menyalahgunakan narkotika. Razia ini bisanya dilakukan ditempat hiburan malam dan juga tempat-tempat yang informasinya didapatkan dari masyarakat.

Selain itu dalam rangka meminimimalisir peredaran narkoba, Polri bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait, lembaga swadaya masyarakat, perkumpulan, ormas dan lain-lain.

Penulis : Sumarwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password