Polda Sulsel Gelar Jumpa Pers Penangkapan Penyebar Berita Hoax “Inilah akibat Operasi Zebra”

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Dit Reskrimsus Polda Sulsel menggelar jumpa pers terkait pengungkapan penyebar berita Hoax di media sosial tentang aksi Mahasiswa Unismuh yang melakukan pembakaran motor petugas Kepolisian dengan caption “Inilah akibat operasi Zebra” yang diunggah di akun Face book Fendy, 5 Nopember 2017 lalu. Jumpa pers dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Muktiono dan didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Mapolda Sulsel, Makassar, Minggu (26/11/2017).

Kapolda Sulsel mengungkapkan, pihaknya telah berhasil meringkus terduga pelaku penyebar berita Hoaks tersebut, yakni E (30) warga Jl. Nusa Kambangan, Kel. Dau Puriau, Denpasar Barat, Prov. Bali, di sebuah rumah makan cepat saji di Denpasar, Bali.

Adapun terkait kronologis penangkapan, Kapolda Sulsel menjelaskan, Tim Cyber Cryme Polda Sulsel melakukan monitoring dan penyelidikan terhadap akun Facebook Fendy, dan mendapati bahwa pemilik akun Fendy sering mengunggah video penindakan personil lalu lintas dengan komentar negatif dan berpotensi memicu perpecahan.

“Berita hoax ini keprihatinan bagi kami, karena sudah terjalin baik hubungan Polri dan Universitas, kemudian Tim Cyber Crime melakukan penyelidikan dilanjutkan penegakan hukum dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka, namun pihak Polda Sulsel terus memeriksa, apakah pelaku bekerja sendiri, atau terorganisasi dengan pihak lain,” ujarnya.

Saat ditanyakan maksud pelaku mengunggah video tersebut awalnya mengaku hanya semata-mata karena iseng dan bertepatan dengan momen Operasi Zebra, namun setelah ditelusuri, ternyata pelaku mengaku sakit hati pada personil Sat Lantas karena pernah berkendara dan diminta menyerahkan sejumlah uang kepada anggota Lalulintas tersebut, padahal saat itu pelaku mengaku memiliki surat kendaraan lengkap, pada saat itulah pelaku mulai sering memposting video-video kegiatan-kegiatan lalulintas dengan memberikan komentar negatif tentang Polri.

Pihak kepolisian pun menerapkan pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No.11 Tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun penjara dan barang bukti yang disita diantaranya Handphone Merek Samsung J7.

Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, yang juga hadir bersama para pengurus BEM Unismuh, memberikan apresiasi yang besar ke Kapolda Sulsel dan jajarannya atas pengungkapan kasus ini, karena video tersebut mencoreng, nama kampus Unismuh.

Sementara itu, pakar Komunikasi Dr. Aswar Hasan, pada jumpa pers itu, memberikan tanggapan bahwa upaya Polri pengungkapan video hoax ini harus didukung kalangan media dengan menasionalisasi kejahatan ini agar tidak terjadi lagi, selain itu pakar komunikasi ini juga, mengusulkan tindakan preventif Polri dengan bekerjasama dengan Kemeninfo.

Beberapa minggu lalu, sempat viral di media sosial aksi Mahasiswa Unismuh yang melakukan pembakaran motor petugas Kepolisian dengan caption “Inilah akibat operasi Zebra”, netizen pun sempat dihebohkan dengan video yang beredar luas di dunia maya, bahkan video tersebut sudah ditayangkan 7.300.000 kali, mendapatkan komentar 11.000, like dan emotion 57.000, serta 100.600 kali dibagikan ke pengguna media sosial lainnya, dengan isi konten provokatif dan menyesatkan pengguna medsos di seluruh Indonesia, yang berdampak buruk pada citra salah satu Univetsitas di Makassar maupun Operasi Zebra yang dilakukan Polri.

Namun, video tersebut merupakan aksi Mahasiswa Unismuh saat melakukan aksi di depan kampusnya dalam memperingati hari sumpah pemuda setahun silam.

Penulis : Taufik

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password