Polsek Panakkukang Tangkap Tiga Pelaku Begal yang Masih Berstatus Pelajar

Curas-24-11-2017-768x514

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Sebanyak tiga pelajar diringkus Tim Resmob Polsek Panakkukang. Para pelajar ini terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (curas/begal), Jumat (24/11/17).

Ketiga pelaku curas itu masing-masing AP (16) AM (15), MS (16), ketiganya masih berstatus pelajar dan warga jalan borong raya Makassar.

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, SIK mengatakan bahwa para pelaku ditangkap oleh Tim Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Dantim Resmob Polsek Panakkukang Bripka Zulqadri di Jalan Borong Raya Makassar Jumat (24/11/2017).

Ketiga pelaku tersebut ditahan berdasarkan Laporan Polisi : LP/1694/XI/2017/Restabes /Sek.Panakkukang, Tanggal 22 Nopember 2017 sekitar pukul 16.00 di jalan jati makassar. Dalam laporan korban berinisial KA (15) mengalami kerugian berupa kehilangan handphone merk Vivo Y53.

Dari hasil introgasi, ketiga pelaku memiliki peran layaknya pelaku profesional, AP (16) memiliki peran sebagai eksekutor, MS (16) berperan sebagai joki, sedangkan AM (15) perannya mengahalangi pandangan korban.

Kompol Ananda Fauzi Harahap menjelaskan penangkapan kedua rekan MS (16) dan AM (15) berdasarkan pengakuan yang diberikan AP (16) saat ditangkap pertama kali yang mengakui bahwa dia melakukan aksinya bersama dua rekannya.

Ketiga tersangka bersama barang buktinya diboyong ke Mako Polsek Panakkukang untuk penyidikan lebih lanjut.

Fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password