Marak Aksi Pencurian, Ipda Marino Berikan Penyuluhan di Mesjid

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Seperti inilah kegiantan Kaur Bin Ops Sat Binmas Polres Parepare Ipda Marino yang memberikan penyuluhan hingga memberikan ceramah di Masjid-masjid di Kota Parepare.

Selain menjalankan tugasnya sebagai seorang Polisi, Ipda Marino yang dikenal ramah dan sopan ini, menyempatkan diri mendatangi Masjid dan memberikan ceramah kepada jamaah, Kamis (23/11/17).

Hal serupa dilakukan Ipda Marino saat memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah dan kepada masyarakat, ia memberikan beberapa materi tentang bahaya apa yang kerap terjadi. Penyuluhan yang disampaikan terkait pencurian dengan kekerasan (begal) dan curanmor.

Ia berharap ceramah yang disampaikan pada kesempatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di kota Parepare, “Kegiatan kami tidak akan berhenti sampai disini saja, ini sudah menjadi agenda setiap hari,” ucapnya.

Maraknya aksi pencurian menjadi alasan Ipda Marino memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya pencurian. Perlu diketahui ada beberapa faktor terjadinya pencurian diantaranya faktor endogen dan eksogen.

Faktor endogen adalah dorongan yang terjadi dari dirinya sendiri. Jika seorang tidak bijaksana dalan menanggapi masalah yang barang kali menyudutkan dirinya, maka kriminalitas itu bisa saja terjadi sebagai pelampiasan untuk menunjukan bahwa dialah yang benar.

Sementara faktor eksogen adalah faktor yang tercipta dari luar dirinya, faktor inilah yang bisa dikatakan cukup kompleks dan bervariasi. Kesenjangan sosial, kesenjang ekonomi, ketidak-adilan dan sebagainya, merupakan contoh penyebab terjadinya tindak kriminal yang berasal dari luar dirinya.

Pengaruh sosial dari luar dirinya itu misalnya, ajakan teman, tekanan atau ancaman pihak lain, minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang yang membuat ia tidak sadar. Hawa nafsu yang sangat hebat dan kuat, sehingga dapat menguasai segala fungsi hidup kejiwaan. Sebab pengaruh ekonomi misalnya karena keadaan yang serba kekurangan dalam kebutuhan hidup, seperti halnya kemiskinan akan memaksa seseorang untuk berbuat jahat.

Kemiskinan merupakan penyebab dari revolusi dan kriminalitas. Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok. Selain itu, faktor seseorang mencuri karena adanya kesempatan untuk menjadi pencuri.

Faktor lain sehingga seseorang mencuri, mencopet atau melakukan tindak kriminalitas adalah kehendak ingin bebas, keputusan yang hedonistik, dan kegagalan dalam melakukan kontrak sosial. Termasuk juga atavistic trait atau sifat-sifat anti-sosial bawaan sebagai penyebab perilaku kriminal. Faktor lainnya adalah hukuman yang diberikan pada pelaku tidak proporsional atau tidak memberikan efek jera.

Kriminalitas tidak bisa dihilangkan dari muka bumi ini. Adapun yang bisa dilakukan hanya mengurangi terjadinya aksi kriminal, melalui tindakan-tindakan pencegahan. Membatasi kesempatan seseorang bisa mencegah terjadinya tindakan kriminal untuk mencuri.

Kalau pencuri akan melewati pintu masuk dan kita sudah menguncinya, tentunya cara itu termasuk mengurangi kesempatan untuk mencuri. Jika seseorang pelaku aksi jambret atau copet mengambil sesuatu dari diri kita tanpa diketahui, sebaiknya menyimpan sesuatu (barang pada posisi yang mudah kita lihat, ini merupakan cara untuk mengurangi/menghindari terjadinya aksi kejahatan pada diri kita.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password