Polres Gowa Tangkap Tiga Pelaku Narkoba, Dua Diantaranya Ibu Rumah Tangga

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Satuan Narkoba Polres Gowa kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba, kali ini petugas menangkap tiga orang yang diduga pelaku, dua diantaranya adalah ibu rumah tangga. Ketiganya ditangkap di BTN Manggarupi, Kel. Batangkaluku, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa, Selasa (21/11/17).

Ketiga pelaku ditangkap berdasarkan Laporan Polisi di Polres Gowa Nomor : LP/ A /      / XI / 2017 / Sulsel / Res Gowa, tanggal 21 November 2017. Para pelaku berinisial NB (23), seorang ibu rumah tangga Irt warga BTN Minasa Indah Kel. Bonto-bontoa, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa, NJ (22), seorang ibu rumah tangga warga Manggarupi Kel. Batangkaluku, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa dan FL (24) warga Jalan Karangloe Sero, Kel. Tombolo, Kec. Somba Opu, Kab. Gowa.

Dari lokasi Satuan Narkoba Polres Gowa menyita beberapa barang bukti diantaranya 1(satu) sachet plastik bening berisi kristal bening diduga narkotika golongan I jenis shabu dan 1 (satu) sachet kosong yang dikemas dalam plastik berwarna hijau.

Adapun kronologisnya, pada hari Selasa (21/11) sekira pukul 16.00 Wita, berangkat dari informasi masyarakat, personil Satnarkoba Polres Gowa dipimpin Ipda A Imran Hamid telah melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku tersebut diatas yang dimana pada saat akan dilakukan penangkapan para pelaku hendak akan melakukan pesta shabu dikamar kontrakan pelaku NB.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti sebagaimana tersebut diatas, kemudian dilakukan introgasi kepada NJ dan mengakui bahwa ia membeli narkotika golongan I jenis shabu dari seseorang yang dia tidak ketahui namanya di depan Rumah Sakit Kalongtala.

Uang yang digunakan membeli narkotika golongan I merupakan uang FL sebanyak Rp. 100.000 dan NB sebanyak Rp. 150.000. Selanjutnya para pelaku bersama barang bukti diamankan di Mako Polres Gowa guna proses hukum lebih lanjut.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password