Dihadapan Siswa, Kasat Narkoba Polres Luwu Utara Sebutkan Bahaya Narkoba dari Gangguan Fisik Hingga Mental

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Kepolisian Republik Indonesia, saat ini melaksanakan operasi “Berantas Sindikat Narkoba” atau Bersinar 2017, untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari penyalahgunaan Narkoba. Kaitan dengan operasi ini, Kepolisian membentuk beberapa satgas diantaranya Satgas Kampanye, Satgas Tindak, Satgas Rehabilitasi dan Satgas bantuan operasi dengan fungsi dan peran yang berbeda.

Terkait dengan operasi bersinar ini, Satuan Narkoba Polres Luwu Utara yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Luwu Utara AKP Jamaludin bersama Aipda A.Tenriangka, Bhabinkamtibmas Desa Salulemo, Desa Kariango dan Desa Bumi Harapan Kec. Baebunta Kab. Luwu Utara serta Dinas Kesehatan Luwu Utara, pada Rabu pagi (22/11/16) pukul 09.00 wita melaksanakan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba dan napza di kalangan pelajar di SMU 16 Luwu Utara.

Bertindak sebagai nara sumber dalam penyuluhan ini yakni Kasat Binmas Polres Belu, Kasat Narkoba Polres Luwu Utara AKP Jamaludin, yang berbicara panjang lebar tentang bahaya narkoba bagi kehidupan masyarakat dan bagaimana cara menanggulanginya.

Sosialisasi yang turut dihadiri Kepala sekolah SMU 16 Luwu Utara Para guru serta siswa-siswi menjelaskan kepada siawa yang hadir bahwa bahaya narkoba tidak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandu narkoba tersebut.

“Narkoba ini merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang mau dioperasi atau sebagai obat untuk penyakit tertentu, tetapi persepsi tersebut disalah artikan akibat penggunaan di luar fungsinya dan dengan dosis yang di luar ketentuan. Apabila disalahgunakan, bahaya narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial,” terang Kasat Narkoba.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan bahwa selain berpengaruh pada fisik dan mental, juga berpengaruh pada gangguan kesehatan, suasana hidup aman dan nyaman menjadi terganggu hingga berakibat merusak hubungan dalam keluarga dengan tersisihnya kita dari keluarga yang tidak mau menanggung aib dari pecandu narkoba.

Untuk itu, Jamaluddin menghimbau kepada siswa serta para guru, untuk mencegah dan menanggulangi bahaya narkoba dengan menjaga diri sendiri dan teman terdekat dari hal yang menjurus ke narkoba, mendorong partisipasi pada kegiatan yang positif serta selalu waspada, dengan maraknya modus-modus pengedar narkoba.

Kasus penyalahgunaan narkoba meningkat dengan cepat di Indonesia, meskipun pemerintah dan masyarakat telah melakukan berbagai upaya. Penyalahgunaan narkoba memang sulit diberantas. Yang dapat dilakukan adalah mencegah dan mengendalikan agar masalahnya tidak meluas termasuk dengan giat melaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Hal ini tentu merugikan masa depan bangsa, karena merosotnya kualitas sumber daya manusia terutama generasi mudanya. Penyalahgunaan narkoba berkaitan erat dengan peredaran gelap sebagai bagian dari dunia kejahatan internasional. Mafia perdagangan gelap memasok narkoba, agar orang memiliki ketergantungan, sehingga jumlah suplai meningkat.

Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP, karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Didorong pula oleh rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba, mereka mnerima bujukan tersebut. Selanjutnya akan dengan mudahnya untuk dipengaruhi menggunakan lagi, yang pada akhirnya menyandu obat-obatan terlarang dan ketergantungan pada obat-obatan terlarang.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password