Lima Hari Operasi Bersinar, Polrestabes Makassar Tangkap 23 Pelaku Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Polrestabes Makassar menggelar rilis hasil penangkapan Operasi Bersinar (Berantas Sindikat Narkoba) di Aula Mappaodang Polrestabes Makassar, Selasa (20/11/17).

Dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Dwi B. Rivai didampingi Wakasat Narkoba Kompol Aisyah Saleh merilis hasil penangkapan selama lima hari yang dimulai tanggal 15 November 2017.

Kompol Dwi B. Rivai mengatakan ada 23 tersangka diamankan sampai hari Selasa “Satu diantaranya perempuan yang diamankan di lokasi yang berbeda-beda, masing-masing ada yang berperan sebagai pengedar maupun pemakai,” ungkap Dwi.

Artikel, Lima Hari Operasi Bersinar, Polrestabes Makassar Tangkap 23 Pelaku Narkoba1

Selama lima hari berjalannya operasi Bersinar, Sat Narkoba Polrestabes Makassar sudah melakukan penangkapan sebanyak 12 kali dengan total tersangka 20 orang, diantaranya di Wisma Samalona di jalan Samalona diamankan KD (35) dan seorang perempuan bernisial HN (40) yang tertangkap tangan memiliki 8 paket Sabu lengkap dengan bong dan pirex yang disimpan didalam topi pada Sabtu (18/11).

Ditempat lain pada hari Senin (20/11) di Jalan Inspeksi Pam Tello diamankan GA (24), FA (25), TW (30) dan SF (27) dengan barang bukti 9 sachet sabu, 1 set bong dan pireks, satu saschet besar sabu 50 gram, 3 sachet sedang sabu 15 gram, dan 8 sachet kecil sabu 8 gram.

Begitu pula di Jalan Syarif Alqadri diamankan RZ (38) tim Operasi Bersinar karena memiliki lima sachet sabu, satu set bong, enam pirex dan enam sendok sabu yang siap untuk diedar.

Tujuan dari Operasi ini selain penindakan para pelaku atau kepemilikan narkoba juga dilaksanakan kampanye atau sosialisai kepada masyarakat, diantaranya termasuk pemasangan spanduk cegah penyalahgunaan narkotika.

Hal ini mengacu pada angka penyalahguna narkoba yang terus bertambah setiap tahun, baik yang digolongkan sebagai pecandu, yakni orang yang menggunakan atau menyalahgunakan narkotika dan dalam keadaan ketergantungan secara fisik dan psikis. Maupun sebagai korban penyalahgunaan narkoba, yakni seseorang yang tidak sengaja menggunakan narkotika karena dibujuk, diperdaya, ditipu, dipaksa atau diancam untuk menggunakan narkotika.

Narkoba pada dasarnya berfungsi sebagai obat atau bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan medis, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun kemudian disalahgunakan di luar indikasi medis dan tanpa petunjuk atau resep dokter. Penyalahgunaan ini dikarenakan efeknya yang dapat menimbulkan rasa nikmat, rileks, senang, dan tenang.

Perasaan itulah yang dicari oleh para para pemakai meskipun setelah itu mereka seringkali merasa cemas, gelisah, nyeri otot, dan sulit tidur. Selanjutnya, karena digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama, pemakaian narkoba menimbulkan ketergantungan.

Dilihat dari sudut pandang kesehatan, maupun sosial, penyalahgunan narkoba sangatlah merugikan penggunanya, menjelma bahaya bagi kehidupan manusia, masyarakat, negara serta mengancam kelangsungan suatu generasi. Realita di atas relevan kita kaitkan dengan semakin menggilanya peredaran gelap narkoba yang telah melintasi batas-batas negara, menggunakan modus operandi yang sangat variatif, berteknologi tinggi, dan didukung oleh jaringan organisasi yang luas.

Peredaran narkoba yang luas itu, sudah memakan banyak korban baru. Para korban baru itulah yang kemudian menjadi pasar bagi para pengedar karena efek yang ditimbulkan dari barang-barang haram tersebut adalah ketagihan. Syahdan, tak hanya menjadi pengguna, mereka juga tergiur untuk menjadi pengedar narkoba. Peredaran gelap narkoba yang dilakukan dengan metode multi-level marketing dan terselubung itu seringkali luput dari perhatian kita.

Mengingat harganya yang terhitung tinggi serta didukung pasar yang sangat luas, “bisnis” ini tentu semakin menggiurkan banyak orang,  karena menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit, baik berperan sebagai produsen, pengedar, bahkan hingga kurir sekalipun.

Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan aksi penyalahgunaan narkoba akan semakin meluas dan memakan korban lebih banyak lagi serta berekses pada hancurnya suatu generasi.

Mengingat dampaknya yang sangat berbahaya itu, tentu kita semua akan sepakat untuk memerangi narkoba, dari hulu  (pemerintah) ke hilir (masyarakat)  sebagaimana selama ini kita memerangi tindak kejahatan lain, korupsi dan terorisme misalnya. Untuk menanggulanginya, diperlukan komitmen, kerja keras, sinergitas, koordinasi, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password