Polres Bulukumba Tangkap Bapak dan Anak Pengedar Obat Daftar G

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Seorang bapak dan anak di Kabupaten Bulukumba diamankan aparat Satresnarkoba Polres Bulukumba terkait kepemilikan dan pengedaran obat daftar G jenis Tramadol, Senin (20/11/17) pukul 23.00 wita.

Suardi Cua (50) dan anaknya Sri Devi alias Evi diciduk dirumahnya di Jalan Bete-Bete, Lingkungan Ela-ela, Kelurahan Ela-ela, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Penangkapan tersebut dipimpin Kasat Res Narkoba Akp Rujianto Dwi Poernomo bermula dari informasi masyarakat bahwa seringnya terjadi transaksi jual beli pil berklasifikasi obat daftar G tersebut dirumah pelaku.

Unit opsnal Satnarkoba kemudian mendatangi rumah pelaku dan melakukan penggeledahan, alhasil ditemukan barang bukti 855 Butir obatan farmasi daftar G jenis Tramadol (Polos), 3 Bungkus plastik cetik, Uang tunai senilai Rp 484.000,- dan 3 (Tiga) Unit Hand Phone.

Artikel, Polres Bulukumba Tangkap Bapak dan Anak Pengedar Obat Daftar G1

“Menurut pengakuan Cua, obat-obatan tersebut didapatkan dari orang yang tidak dikenalnya yang berdomisili di Kabupaten Bantaeng,” kata Kasat Narkoba Akp Rujianto.

Evi dalam kasus ini berperan sebagai penjemput obat-obatan tersebut di Kab. Bantaeng, obat-obatan daftar G ini dijual oleh pelaku seharga Rp.20.000/10 butirnya.

Kini kedua pelaku diamankan di Mapolres Bulukumba guna pengembangan kasus dan penyidikan lebih lanjut.

Perlu diketahui tramadol adalah salah satu obat jenis obat pereda sakit yang keras, digunakan untuk menangani rasa sakit tingkat sedang hingga berat, misalnya rasa nyeri setelah operasi.

Tramadol mempengaruhi reaksi kimia di otak dan sistem saraf yang pada akhirnya mengurangi sensasi rasa sakit. Mengkonsumsi obat daftar G tanpa resep dokter memiliki efek yang buruk bagi tubuh sehingga mengakibatkan penggunanya mengalami kelumpuhan saraf.

Tramadol sendiri tersedia dalam berbagai merek dan dapat digunakan dalam bentuk tablet, kapsul, serta obat larut. Jenis obat ini juga ada yang bereaksi cepat dan lambat. Penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter.

Pengedar obat keras jenis G tanpa izin akan dijerat Pasal 197 dan Pasal 196 UU RI No. 36/2009 tentang Kesehatan.

Yang menjadi sebab maraknya peredaran obat daftar G ini juga karena harganya yang cukup terjangkau dibanding narkotika lainnya, ini sesuai dengan generasi muda yang hanya memiliki duit pas-pasan.

Dengan mengkonsumi obat-obatan sejenis koplo atau daftar G ini banyak perilaku anak muda menjadi kurang baik, hingga berujung melakukan perilaku kriminal.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini dibutuhkan peran serta masyarakat juga harus memperhatiakan masalah obat-obatan jenis daftar G ini terlebih narkoba golongan 1 dengan sangat serius, sebab ini menjadi tanggungjawab bersama memeranginya yang tidak hanya dibebankan kepada pihak berwajib saja.

Penulis : Marwan

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password