Pembunuhan di Sedayu Bantul, Pelaku Seorang Gelandangan

Tribratanews.polri.go.id -PoldaDIY, Satuan Reskrim Polres Bantul berhasil mengungkap siapa pelaku pencurian yang disertai pembunuhan terhadap gadis tuna rungu Utami Dwi Cahyono (26) warga Dusun Plawonan Argomulyo Sedayu Bantul beberapa hari yang lalu di rumahnya.

Saat Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi S.I.K., MM., menjelaskan kepada pewarta, pelaku berinisial AF (42) warga Krupik Papua Selatan berhasil ditangkap oleh petugas gabungan di daerah Selatan Tugu Yogyakarta Senin (20/11/2017) dini hari. Barang bukti berupa TV, kain sprei, topi milik tersangka, gelang giok, baju dan celana korban. Dari keterangan pelaku, motifnya berupa ingin menguasai barang berharga milik korban.

“Saat itu pelaku ini bermaksud untuk menumpang membersihkan badan dirumah korban, namun saat melihat barang-barang berharga milik korban, niat pelaku berubah,” jelasnya.

Setelah berupaya mengambil barang, kepergok oleh korban, tersangka lalu menarik daster yang dikenakan korban dan disumpalkan ke dalam mulut hingga meninggal. Setelah korban meregang nyawa, barang berharga yang terdiri tv dan kalung, oleh tersangka lalu dibawa pergi menuju Yogyakarta. Barang-barang curian tersebut sempat ditawarkan ke sejumlah orang tetapi tidak ada yang mau membelinya.

Awalnya, lanjut Kapolres Bantul menjelaskan tersangka AF naik sebuah anggkutan umum Yogya-Wates. Karena sopir merasa tidak nyaman, tersangka lalu diturunkan di Jalan Wates, tepatnya di Dusun Plawongan. Tersangka yang lusuh lalu menuju ke rumah korban yang kebetulan berada di pinggir jalan raya, bermaksud hendak membersihkan badan. Kemudian tersangka masuk ke rumah korban melalui pintu sebelah timur. Niat yang tadinya hendak menumpang membersihkan badan, berubah tatkala tersangka melihat barang-barang berharga milik korban. Saat sedang mengambil barang, tersangka tepergok oleh korban. Spontan, tersangka yang panik langsung menyumpal mulut korban.

Saat ditanya apakah pelaku sempat memperkosa korban, orang nomor satu di Polres Bantul tersebut menyampaikan perihal tersebut masih didalami oleh penyidik.

“Kami belum bisa memastikan apakah terjadi pemerkosaan atau tidak. Untuk memastikannya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SH SIK menambahkan, tersangka masuk Yogyakarta sejak beberapa tahun lalu. Selama tinggal di Yogyakarta, tersangka yang tidak memiliki pekerjaan, menjalani hidupnya dengan menggelandang. Untuk kebutuhan sehari-hari, dipenuhinya dengan cara meminta-minta.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP ayat (3) tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan orang mati dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya.

penulis : TimPro
editor : Alfian
publish : Jay

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password