Polsek Ujung Pandang Tangkap Tiga Pemuda Pembobol Warung di Makassar

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Opsnal Polsek Ujung Pandang berhasil meringkus pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat). Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Arham Gusdiar, tim meringkus WD (22) warga Jalan Ujung Pandang, SR (20) warga Jalan kampung kodok Makassar dan ZL (23) warga Jalan kampung kodok Makassar, Sabtu malam (18/11/17).

IMG_20171119_165940-660x330

Ketiganya ditangkap berawal dari penyelidikan yang dilakukan Tim Opsnal dengan Laporan Polisi yang diterima Polsek Ujung Pandang.

Kanit Reskrim Iptu Arham Gusdiar S.Ik mengatakan, setelah mengetahui keberadaan para pelaku, Tim Opsnal melakukan penangkapan terhadap pelaku di dua tempat berbeda.

“Lelaki ZL diamankan di pasar burung samping Kantor Pos Jalan Supratman Makassar, lelaki WD dan SR di depan Benteng Roterdam Makassar”, jelasnya.

Setelah diintrogasi oleh polisi, para pelaku mengakui perbuatannya telah mengambil kompor beserta tabung gas di dalam toko korban pada malam hari dengan cara merusak pintu belakang toko korban.

Kanit Reskrim mengatakan lelaki WD mengakui telah melakukan pembobolan di warung kelontong di kayu bangkoa dan mengambil berbagai macam jenis Rokok sebanyak 50 bungkus dan beberapa jenis minuman.

“Pelaku juga mengaku telah melakukan pembobolan warung di Jalan Ujung Pandang dngan mengambil berbagai macam merk rokok”, ungkap Kanit Reskrim Iptu Arham.

“Saat ini para pelaku telah diamankan di mako Polsek Ujung Pandang untuk dilakukan pengembangan terhadap TKP lainnya dan mencari barang bukti yang sudah dijual oleh pelaku,” pungkasnya.

Banyaknya kasus pencurian rata-rata didominasi karena motif ekonomi. Ini adalah biang keladi dan dianggap sebagai motif yang utama seseorang melakukan tindak kejahatan pencurian baik curas (pencurian dengan tindak kekerasan) maupun pencurian dalam bentuk yang lain.

Orang mencuri karena ingin mempertahankan hidupnya. Mencuri untuk makan. Barang hasil curiannya kemudian dijual kepada pihak lain (penadah-red), dan uang hasil penjualan barang curiannya itu digunakan untuk keperluan hidup dirinya maupun anggota keluarganya.

Mungkin saja motif Ekonomi, ini sekilas masuk akal. Orang akan mati jika tidak makan. Dan salah satu cara untuk bisa makan adalah dengan mencuri. Dari hasil curiannya itulah akan dijual, dan uangnya digunakan untuk membeli makanan kepada anak istri dan anggota keluarganya.

Maksudnya baik, hanya saja caranya tidak baik. Mencuri adalah perbuatan melawan hukum (against the law-red) dan si pelaku harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Haruskah kita maklumi orang yang mencuri karena untuk menyambung hidupnya atau mencuri untuk makan sehari hari? Apapun alasannya, mencuri itu tetap tidak bisa dibenarkan dan melanggar ketentuan Undang-Undang Hukum Pidana, dimana pelakunya akan dihukum sesuai perlakuannya.

Penulis : Bara

Editor : Alfian

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password