Curi Motor di Puskesmas, Sahir Dihadiahi Timah Panas oleh Petugas

Tribratanews.polri.go.id – Polda Sulsel, Tim Resmob Polres Bulukumba berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), Jumat (17/11/17).

Tim Resmob dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Deki Marizaldi, KBO Reskrim Polres Bulukumba Ipda Sabri dan Kanit Resmob Aiptu Ardiman Yacob menangkap Sahir alias Cai (32) warga Dusun Parang Pangi Desa. Bonto Maccini Kecamatan Sinoa Kabupaten Bantaeng yang diduga sebagai pelaku curanmor.

Kronologis penangkapan Sahir (32) yakni berawal ketika anggota Resmob Polres Bulukumba mendapatkan informasi bahwa adanya motor yang diduga dari hasil kejahatan yang telah di perjual belikan oleh pelaku setelah melakukan pengecekan terhadap motor tersebut, ternyata benar adanya bahwa motor tersebut yang telah di curi oleh pelaku pada saat korban memarkir sepeda motornya di pekarangan Puskesmas Ponre Kelurahan Jalanjang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba.

Kemudian Anggota Resmob Polres Bulukumba langsung mencari informasi disekitar Area Transaksi jual beli dan berdasarkan baket yang didapatkan pelaku curanmor Sahir (32) berada Di Dusun Popoang Kanunang Desa Bonto Mate’ne Kecamatan Sinoa Kabupaten Bantaeng dan Team Resmob langsung mengamankan pelaku.

Setelah dilakukan interogasi Team Resmob Polres Bulukumba membawa Tersangka untuk menunjukkan lokasi barang bukti sepeda motor hasil kejahatan Pelaku namun Pada saat di perjalanan tersangka memberontak dengan cara melawan petugas dan berusaha melarikan diri sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali, akan tetapi tidak diindahkan oleh pelaku sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak kearah kaki pelaku untuk melumpuhkan selanjutnya dibawa ke RSUD Bulukumba untuk dilakukan pertolongan medis.

Adapun barang bukti yang berhasil di amankan yakni 1 (satu) Unit sepeda Motor Yamaha Jupiter Z No. Pol DD 6066 UH, 1 (satu) Unit sepeda Motor Honda Revo warnah hitam No. Pol. DD 80 AW (Kendaraan R2 yang digunakan setiap melakukan tindak pencurian), 1 (satu) Buah Kunci Letter T (yang digunakan oleh Pelaku pada saat beraksi, TKP Bulukumba), dan 1 (satu) Unit Telepon Genggam / HP.

Kapolres Bulukumba Akbp M Anggi Naulifar Siregar mengatakan bahwa dari hasil interogasi sementara terhadap Pelaku Sahir (32) mengakui kalau ia melakukan aksinya dibeberapa tempat yakni Sepeda Motor Yamaha Mio J warna Merah hitam No. Pol DD 6066 UH TKP : Jl. M Noor Baru, Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z warna merah hitam No.Pol DD 3844 HD TKP: Lingkungan Bontomalengo Kelurahan Jalanjang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, Sepeda Motor Yamaha Mio Sporty warna merah TKP :Dusun Barabba Desa Bialo Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z warna Biru TKP Kecamatan Rilau Ale, Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z warna Merah TKP : Kecamatan UJUNG BULU, Sepeda Motor Suzuki Satria FU warna merah TKP : Kecamatan Gantarang, Sepeda Motor Yamaha Vega warna merah TKP : Kecamatan Ujung Loe, Sepeda Motor Yamaha Vega warna merah putih TKP : Kecamatan Gantarang dan Sepeda motor Honda Supra TKP : Kecamatan Gantarang”.

Ulah pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) semakin merajalela. Bukan hanya di tempat sepi, para pelaku curanmor pun juga tak berpikir panjang berulah di lokasi yang penuh keramaian.

Bahkan, aksi pencurian kendaraan bermotor makin terbilang nekat melakukan aksi kejahatannya, meskipun di lokasi yang ramai, juga banyak terjadi seperti di areal parkiran. Pelaku berulah dengan cepat, sehingga sulit terlacak oleh pemilik kendaraan. Peralatan mencuri kendaraan bermotor pun semakin canggih.

Penyebab pencurian pun juga beragam dan terkesan banyak juga yang sepele. Ada yang ditaruh di parkiran kemudian raib, lantas ada juga yang diserobot di jalan, bahkan ada juga yang karena sepele seperti karena ditinggal memancing, ditinggal belanja di dasar dan lainnya.

Dengan kondisi semacam itu, maka hal ini memberi sinyal kepada kita semua para pemilik motor untuk lebih ekstra hati-hati dan waspada bahwa pelaku-pelaku pencuri motor mengintai kekayaan motor kita.

Bisa jadi, semakin banyaknya motor yang dicuri lantaran jumlah sepeda motor juga bertambah sangat banyak di masyarakat. Maka wajar jika pencurian sepeda motor juga banyak yang memenuhi laporan kantor polisi.

Kita tentu tidak bisa melarang pengetatan kepemilikan sepeda motor di masyarakat. Karena bagaimana pun alat transportasi ini memang dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan mobilitas.

Namun yang bisa dilakukan adalah memberikan imbauan agar masyarakat pemilik sepeda motor lebih berhati-hati dan waspada. Ketika ditinggal parkir maka harus dipastikan sepeda motor sudah terkunci.

Jangan sampai angka pencurian sepeda motor terus bertambah di masyarakat. Hal itu akan menjadi preseden buruk bagi rasa keamanan masyarakat. Meski sebenarnya penyebab kriminalitas pencurian sepeda motor itu bukan semata-mata karena faktor aparat keamanan tetapi juga karena keteledoran pemilik yang menyebabkan munculnya kesempatan pelaku beraksi.

Untuk itu, kita semua berkewajiban mengeliminasi kasus-kasus pencurian sepeda motor. Tugas terdepan memang ada di pundak aparat kepolisian selaku penjaga keamanan masyarakat. Kita khawatir jika setiap hari masyarakat disuguhi kasus-kasus atau kejadian pencurian sepeda motor maka akan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat akan minimnya rasa aman. Atau setidaknya masyarakat akan berkurang rasa percayanya kepada kinerja aparat kepolisian.

Untuk itu, salah satu cara lain untuk menekan maraknya aksi pencurian sepeda motor ini adalah dengan melakukan tindakan keras dan tegas kepada pencuri sepeda motor itu. Sehingga akan meningkatkan rasa aman di mata masyarakat, utamanya bagi pemilik kendaraan sepeda motor.

Penulis : Harmeno

Editor : Alfian

publish : Harmeno

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password